Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2010

DARI HATI INGIN KAU TAHU [bag.4]

Kini Bunga tidak mengerti apa hebatnya dirinya. Dia ingin menemukan sesuatu pada dirinya yang tidak orang lain memilikinya. Bunga pun menangis dalam asa nya yang kian merapuh. Ingin hati mencoba melepas segala resah dalam hatinya. Mencoba untuk berpikir dengan hati yang bersih dari rasa yang tidak baik.

DARI HATI INGIN KAU TAHU [bag.3]

Bunga seharusnya sudah bisa hidup mandiri ketika dirinya telah menyelesaikan studinya walau hanya sampai Diploma Tiga. Dia sudah memulai karirnya dengan mengajar privat bahasa Inggris anak sekolah dasar. Ayahnya ingin sekali Bunga dapat pekerjaan yang 'layak' sebagai lulusan D3 dengan IP yang lumayan tinggi. Tetapi,entah kenapa dia terlanjur jatuh cinta dengan anak didiknya yang bermacam-macam karakter. Menikmati dunia guru yang begitu sulit,Bunga menjadi bangga dengan statusnya saat ini sebagai seorang pendidik anak-anak karena tidak banyak orang yang bisa menikmati kesempatan ini.

DARI HATI INGIN KAU TAHU [bag.2]

Kami [ Bunga,Yukiko, Kaori dan Hana] jadi bertemu di siang hari. Tapi,sayang Cika tidak bisa ikut karena dia tidak mengetahui rute ke rumah Yukiko dengan menggunakan kendaraan beroda dua . Kami membeli keperluan untuk masak-masak di rumah Yukiko. Hana sempat kesal karena dia telah datang lebih awal satu jam dari kita. Suasana sempat kaku, karena yang paling telat adalah Bunga, Bunga jadi tidak enak hati kepada Hana. "So sorry, Han".

DARI HATI INGIN KAU TAHU [bag.1]

Sesungguhnya Bunga tidak marah kepada sahabatnya [Kaori] yang bisa dekat dengan semua orang termasuk dengan Yuri. Yuri adalah seseorang yang Bunga cintai dari 5 tahun silam. Tidak ada sesuatu yang istimewa dari Yuri menurut Kaori. Bunga pun tidak mengetahui mengapa dirinya begitu mencintai Yuri, walaupun tahu kalau cintanya bertepuk sebelah tangan.

RIENPOPS [novel yang sedang digarap oleh saya dan Popi Tanjung]

"….seperti yang telah kita ketahui dari salah satu teori strategi marketing Porter, ada tiga macam : Focus, Differentiation, dan Cost Leadership. Masing-masing dapat…" seorang dosen memberikan kuliahnya di jam yang sangat-sangat rentan penyelewengan oleh mahasiswa. Terbukti di bangku barisan ketiga terdapat mahasiswa yang matanya 'serius' memperhatikan dosen dengan tangan kanan memegang buku tebal Strategic Management -nya Hill & Jones, namun jempol tangan kirinya dengan lincah memijit keypad Blackberry untuk update status Facebook. 

Ngarang pertama kali [episod 3]

Pintu lift terbuka, di dalamnya ada beberapa laki-laki dan perempuan, Riris memasuki lift menuju lantai dasar. Riris menyandarkan tubuhnya di dinding lift seolah dia tidak merasakan sepasang mata nanar menatap dirinya. Satu persatu orang yang berada di lift meninggalkan lift, kecuali seorang laki-laki yang sedari tadi membuang pandangan darinya.           ‘Idih ge-er banget sih, emang siapa yang mau liatin dia’ Batin Riris sambil melipat tangannya di depan badannya.

Ngarang pertama kali [episod 2]

“Assalamu’alaikum…” “Waalaikumusalam…Ya Allah, Ririn, Riris, Popi, Yanda …datang juga” Ujar Eccy sambil cipika-cipiki pada mereka. “Emangnya kamu kira kite gak datang?” Tanya Riris sambil mencubit lengan Eccy. Eccy hanya tersenyum. “Eh, gak nyangka lho kalau kamu bakal sama …Hus..” “Huaaaishyiiim” Ujar Yanda pura-pura bersin. “Kalian bener-bener godain aku” Eccy hanya menggelengkan kepalanya. ‘kelompok aneh sudah datang’. “Eh, Eccy entar ente, ane yang rias ya..” Riris memukul bahu Eccy. “Jangan !!!!” Popi dan Yanda sedikit teriak. Ririn menoleh kearah mereka berdua. “Emangnya kenapa Pop,Yan?” Tanya Eccy sama sekali tidak mengerti dengan mereka. “Karena…takut ente malah jelek lagi” ujar Popi dan mencoba menghindar dari cubitan Riris.

Ngarang pertama kali [episod 1]

“Ayo mulai ! Satu…dua…tiga.,action!!” Perintah Riris kepada salah satu temannya. Tangan Riris memegang handycam miliknya yang diperoleh dari uang tabungannya. “Ok! Ok! Hallow namaku Riene Retrivia Rafly,nama akrabku Ririn” Ujar Ririn sambil memainkan alisnya. “Lagu favorit dong ?” Tanya Riris, tangannya masih menyorotkan handycam nya ke arah Ririn. “Ah, my favorite songs are Raihan, hm.. … BSB and Gradasi, walaupun sekarang udah gak tenar-tenar banget. Aku masih suka. ” Ujar Ririn dengan beribu gaya . “Idih logay abiz lo” Ledek Yanda yang sedang membaca buku ‘5 cm’ karya Donny Dhirgantoro. Ririn memasang muka mesem, kayak mangga masih mengkel . Popi menggeleng-gelengkan kepala ‘nih anak dari tempo dulu masih aja kayak gitu’. “Kalau dipikir-pikir, ini suasana yang langka banget dalam diri aku bisa ketemu lo-lo pade “ Ririn menghembuskan nafas senang ‘bagiku temen-temen yang kayak kalian yang sangat barharga’ “...