Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

The ENDING of DIA

Dalam kurun waktu yang begitu lama, hmm..mungkin agak lama. Dia akhirnya mengirimkanku sebuah pesan singkat lewat handphone, "Ini aku, boleh aku meneleponmu sekarang?" aku membaca sms itu dengan mengerutkan keningku. Apa ada yang harus aku bantu atau apa. Atau mungkin dia akan membahas masa lalu? apapun itu aku tidak berani berpikir jelek terhadap dia yang pernah baik denganku (untuk sekarang aku tidak tahu). Aku membalasnya dengan singkat, "Boleh, telepon aku jam 9.30pm" ya, send! Jam 09.30 pm, tepat dia meneleponku, dia menyapa dengan suaranya yang begitu kaku, mungkin karena terlalu lama kami tidak berkomunikasi, aku yang mendengar suaranya yang kaku itu hanya menahan tawa. Ya, mendengar suaranya saja sudah membuatku tertawa, aku mungkin sedikit gila. Dia berkata "saya" dan itu membuat risih dipendengaranku, dia menanyakan kabarku, hmm..mungkin harus begitu tata caranya, tapi bagiku itu hanya basa-basi. Aku jawab seadanya dan aku langsung memotong ...

#REALME

Kemarin saya sempet iseng ikut tes STIFIn tes mesin kecerdasan, tesnya itu melalui tes sidik jari tangan kita. Dan hasilnya adalah saya manusia "Feeling Introvert", saya coba bahas apa yang dimaksud tentang Feeling Introvert ini. FEELING INTROVERT Intisari tentang anda : Kecerdasan Anda Feeling yang berarti merujuk kepada perasaan Anda, yang membuat Anda pandai memahami orang lain. Kecerdasan tersebut dikemudikan bergerak dari dalam ke luar sehingga Anda memancarkan pengaruh kuat dalam memimpin. Sistem operasi otak berada di : Belahan Limbik KananLapisan Putih (dalam) Kecerdasan setara : EQ (Emotional Quotient)  Peranan : Leader (Pemimpin)  Kelebihan : Popularity (Ketenaran)  Target : Visi (Pandangan Jauh)  Harapan : Leading (Kepemimpinan)  Arah Merek : Merek pada kepemimpinannya  Tabiat terhadap uang : Juragan  Konstitusi (Bentuk) Jasmani : Displastis yang besar  Kekuatan Jasmani : Pernafasan dalam  Fung...

This Is Us

Apa kata kerja yang paling mengerikan dalam kehidupan? Ya tentu saja, MENUNGGU. Apa yang enak dari menunggu itu. Menunggu dapet gaji, waktu sebulan serasa seabad. Menunggu teman 10 menit aja, terkadang sudah seperti menunggunya dari zaman batu. Menunggu jodohpun begitu, yang terjadi hanyalah luka bukan bahagia. Tetapi, hidup ini harus "menunggu" dalam arti memberi kesempatan untuk orang lain. Seperti yang sedang aku lakukan saat ini, sesekali melihat jam kemudian melihat jalanan, mataku rasanya menjadi buta warna secara mendadak, helm semua pengendara motor menjadi warna merah. Ingin menelepon pun, tidak bisa karena aku tidak ingin mengganggu konsentrasinya ketika mengendarai motornya. Aku menghela nafas dalam. Aku sudah menunggunya dari setengah jam yang lalu. Tunggu saja pembalasanku nanti.      "Ciiitttt" sebuah motor berwarna merah darah berhenti dihadapanku. Pengendara itu membuka helmnya yang juga berwarna merah sambil tersenyum, aku membalasnya dengan sen...

Catatan Kakak Kepada Adiknya.

Dia semakin tumbuh dewasa, dari segi apapun, tubuh, wawasan, paras, begitu juga dengan perasaan. Adik gue ini emang nggak bisa diajak erhaes erhaes-an, dari dulu, dari jaman baru dia bisa ngomong. Cerewet. Suka keceplosan. Tapi dia tetep asik kalau diajak ngobrol, apalagi sampai 'nendang-nendang'. Adik gue ini suka pedes kalo ngomong, bisa terlihat dari sikapnya yang cuek. Adik gue ini bergolongan darah A. Siapa sih yang nggak tahu, kalau orang yang golongan darahnya A adalah seorang perfeksionis. Saking perfect-nya, adik gue ini kalau ngaca, lamanya selangit. Pilih-pilih baju juga lama, terkadang malah milih baju gue. Dia itu nggak bisa menggambar, cuma bisa mewarnai. Jadi, kalau ada tugas menggambar Poster dari kampusnya, dia selalu minta pertolongan dari gue. Adik gue ini selain perfeksionis, dia seorang kritikus, lebih tepatnya tukang ngomentar yang nggak ngapa-ngapain. Contohnya, pas dia ada tugas bikin poster untuk penyuluhan gizi, dia meminta pertolongan ke gue. Gue it...

Orang (yang) Dikutuk

Teruntuk orang yang dikutuk menjadi temanku. Mungkin kamu dikutuk, karena kamu ada diantara kerandoman kegiatan aku akhir-akhir ini sampai hari ini, seperti meng-skip waktu kosong yang tersedia pada otakku untuk memikirkan hal yang paling nggak aku ingin pikirkan. Mungkin kamu dikutuk, karena kamu bisa menghabiskan beberapa waktu berhargamu untuk mengenalku. Mungkin kamu dikutuk, karena kamu selalu mendengar kisah cerita yang sama secara berulang kali dari mulutku.