| me and my dad |
Bapak. Dari dahulu saya ingin menulis tentang biografi bapak saya ini. Tapi, saya tidak mempunyai kata-kata yang pantas di awalnya. Saya ini hanya penulis awam, yang menulis dengan mengalir apa ada nya.
Imam Suwandi, SE. itulah nama bapakku. Bapak yang mempunyai prinsip hidup yang kuat, bertindak hati-hati, mandiri, humble, etc. Bapak selalu bilang kita harus bertindak cerdas. Bapak baik dengan semua orang, bahkan dengan orang yang membenci dirinya. Bapak dengan segala nasihatnya yang bisa menguras air mata saya dan mengubah pola pikir saya akan hidup. Bapak adalah sosok yang saya kagumi dari keteguhan dirinya dalam memegang prinsip hidupnya, saya kurang tahu apa prinsip hidup bapak, tapi dengan sikapnya yang tegas akan segala hal, membuat saya memiliki pandangan seperti itu. Bapak yang tegar melewati masa muda yang agak rumit. Bapak sang kutu buku -just like me- :). Bapak yang selalu ngajarin saya hapalan doa-doa setelah sholat waktu kecil. Bapak yang selalu gendong saya ke kamar tidur, ketika saya kecil terlelap tidur diatas sejadah karena ingin ikut sholat tahajud bareng bapak. Satu lagi catatan yang paling PENTING, hanya Bapak yang bisa membaca pikiran saya. Disaat saya kalut, tanpa bertanya kepada saya, Bapak mencium kening saya sambil berkata, "Ada apa sih anak bapak yang cantik? kok kelihatannya seperti ada masalah? Kalau kamu gak bisa menghadapi masalah kamu sendiri, kali aja bapak bisa bantu." pada saat itu, saya tersenyum dan saya tahu, saya pasti bisa menyelesaikan setiap masalah saya ini. Disaat saya sedang marah dengan bapak saya, Bapak tidak pernah gengsi mengucapkan kalimat maaf kepada saya, kemudian diri saya jadi sangat malu, anak macam apa saya ini? membuat orang tua meminta maaf kepada saya.
Bapak selalu mengirimi nasihat-nasihatnya lewat sms ke semua orang-orang yang bapak sayangi, saya pernah bertanya kepada Bapak, kenapa Bapak melakukan hal tersebut?, bapak menjawab, cita-cita bapak hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain, bapak bukan seorang ustadz atau da'i, tapi semoga setiap sms yang bapak beri itu bisa bermanfaat bagi yang membacanya. Hati saya menangis,,Ya Robb..apalah arti dari cita-cita saya keliling dunia, kalau saya tidak menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain?
Bapak itu orang yang ramah kepada siapapun, tetapi bukan berarti beliau disukai dengan semua orang. Bapak selalu bersabar dengan prasangka buruk seorang temannya kepada dirinya. Saya baru melihat bapak begitu shock karena disakiti hatinya dengan teman dekatnya sendiri. Bapak tidak habis berfikir tentang temannya yang menyakiti hatinya itu, padahal dia mengenal islam lebih dari bapak, tetapi kenapa perilakunya tidak seperti orang islam? yang saya kagumi, bapak bisa berbesar hati dan malah mendoakan temannya itu.
Bapak itu terkadang membuat saya agak dilema dengan kondisi saya. Saya di wajibkan untuk bekerja sebagai akuntan, padahal bapak tahu saya tidak berambisi di akuntansi. Tapi, yaa..harus bagaimana lagi? saya lulusan komputerisasi akuntansi. Akhir-akhir ini banyak sekali masalah yang melanda, membuat seorang bapak terlihat rapuh. Saya selalu menangis jika melihat bapak seperti itu. Rasanya, sekarang saya mulai tahu apa yang harus saya lakukan sebagai anak. "Kalaupun saya tidak bisa membahagiakan orang tua saya, minimal saya tidak membuat mereka bersedih."
Bapak punya banyak pengorbanan demi keluarga. Sedangkan saya? pengorbanan apa yang telah saya berikan kepada kedua orang tua saya?
Besok umur saya bertambah menjadi 22 tahun. Sudah saatnya, saya berkorban demi kebahagiaan mereka. Kata bapak, bapak menyekolahkan anak-anaknya sampai kuliah, biar otak anak-anaknya berkembang menjadi anak yang cerdas. Jangan hanya tua penampilan tetapi berpikiran anak kecil.
Saya masih punya kesempatan untuk membuat bapak bahagia. Saya harus berkorban bertahan dengan akuntansi, walaupun saya tidak terlalu menyukai bidang tersebut. Ya Robb,,bantu hamba untuk membuat orang tua hamba bahagia. I'll give everything for them. E-V-E-R-Y-T-H-I-N-G.
I LOVE MY DAD!!
Komentar
Posting Komentar