Langsung ke konten utama

Hadiah itu bernama "Kenangan"

Aku cuma mau bilang makasih sama orang yang selalu perhatian sama aku, atau yang dulu pernah perhatian sama aku. Tadi abis sempet ngorak-ngabrik lemari buku. Ketemu suatu benda, yang udah lama banget aku simpen. Diantaranya: 

Buku ini aku dapat di ulang tahtunku yang ke 17. Pemberinya itu Stacie Orrico,,hehee boong deh,,dari Yusha. Sobat-ku. Temen yang rada-rada setengah sih,,tapi aku seneng banget pernah kenal sama itu bocah. Ohya, hadiah ini tuh dikasih pas aku lagi Praktek Pengabdian Masyarakat, dia nitip hadiah ini sama temen sekelompokku karena dia nggak satu grup sama aku. Ya, 30 Desember 2005, aku dapet banyak surat..bukan dari penggemar tentunya, tapi dari temen-temen dan adik-adik kelas ^^. Gak nyangka aku  cukup terkenal di boarding school..hohooo. Dapet coklat juga dari adik kelas, yang nitip sama guru yang lagi tugas mantau di daerah yang aku tempatin. Saat itu kurir suratnya guru loh :p. Enak nya gitu kalo tinggal di dorm. Surat-suratnya masih aku simpan di kotak yang aman. Ya.. Seventeen itu sweet lah, di desa orang lagi..


Sekarang buku pemberian dia, isinya itu ada banyak kenangan. Dari catetan puisi buatanku, foto-foto sahabatku, kutipan novel yang aku baca, gambar-gambar random bikinanku. Kurang lebih, isinya lebih banyak motivasi disitu. Aku nggak mau kehilangan setiap detik hidup yang udah aku jalani sampai saat ini. Saat tadi ketika aku membacanya lagi, aku bener-bener kangen dengan orang yang ngasih buku ini, yang ngaku adiknya bang Puteh. Huuu.. Don't get me wrong dengan tulisan 'Rien Carter' coz dulu (sampai sekarang) masih jadi fans tetap Backstreet Boys. So, this is the meaning of Incomplete. Missing you.



Ini juga hadiah dari sobatku yang paling keren. Gak tau apa yang keren. Keren aja pokoknya. Ini dari Michelle Branch, (boong lagi) buku diary ini dari Zhount. Ini juga hadiah ulang tahun-ku yang ke-17. Aku lupa deh, ini diberinya setelah atau sebelum Praktek Pengabdian Masyarakat ya? Ah,,bener-bener lupa. Diary ini aku kasih tema 'Princess Diary 2'. Isinya kejadian-kejadian diakhir masa Aliyah. Perjuangan tanpa batas untuk keluar dengan selamat dari boarding school. Serta kisah-kisah setelahnya, masa-masa kuliah, mahabbah (LOL!). Lembaran-lembaran nya masih seperempat lagi yang masih kosong. Ini diary yang tertebal yang aku punya. Abis kisah masa-masa suka-sukaan itu, aku nggak pernah nulis apa-apa lagi di diary ini. Tapi aku masih simpen, dan akan aku simpen selamanya. Terima kasih ya, Zhount! Ohya, di diary ini juga banyak foto-foto kok. Kayaknya aku harus beli kamera instax deh,biar lebih sering ngisi diary ini :)


Buku ini aku peroleh dari sobatku juga, namanya Fina. Dia ngasih ini sebelum dia pergi ke Mesir untuk lanjut studinya. Buku ini masih banyak yang kosong, baru aku isi dengan tulisan-tulisan seminar dan terjemahan percakapan arab Mesir. Dulu aku pernah ngerjain novel yang ada scene Mesirnya, tapi nggak jadi, itu terlalu susah buatku yang nggak tau apa-apa tentang Mesir. Kepala aku suka langsung mumet kalau belajar sejarah peradaban Mesir, sejarah Indonesia aja aku masih lupa-lupaan. Ya, sia-sia aku jadi anak IPS. Bener-bener gatot-lah kalau di pelajaran Sejarah.




Sepatu unyu ini dari Cuqie, Nuni, dan Zeuwm di ulang tahunku yang ke 22. Belinya di Margo City. Tapi aku nggak ingat detailnya ini lho. Gimana cara menjelaskan hal ini ya? Lupa sangat. Maaf. Tapi aku berterima kasih atas segalanya, Sobat. I love you.













Kalo yang ini, dompet dari my ex-bf. Sampe sekarang aku masih pakai dompet ini. Abisnya nggak rusak juga. Ya, aku itu gak mau buang-buang hadiah dari orang-orang yang pernah perhatian sekaligus sayang sama aku. Bukan berarti aku masih suka atau cinta sama ex-bf ku ini. Aku cuma mau ingat aja. Coz ketika kita udah nggak ada di dunia ini, kita hanya bisa hidup diingatan semua orang yang kenal dengan kita. Aku ingin hidup dalam kenangan yang baik di setiap ingatan orang-orang kelak aku tiada.









Lukisan diatas papyrus ini pemberian dari Fina, oleh-oleh dari mesir. Karena Fina pemberi pertama lukisan ini, makanya sekarang lukisan ini aku pajang di kamarku, dekat dengan cermin. Ah, yang kurang dari ini, aku lupa nulis tanggal pemberiannya. Gomawoyo, Fin. :)






Pajangan pyramid ini aku peroleh dari temenku Bonjer yang sedang kuliah di Mesir, hadiah ulang tahunku yang ke 22 juga. Sekarang letak pajangan itu ada di dalem buffet, berjejer dengan pajangan lain, kayak cangkir-cangkir, robot-robotan, Sanji_One piece, dkk. Terima kasih ya, Bon. :)












 Should I tell you about these stuffs? hehee.. Gak napa lah. Ini contoh benda-benda yang bikin galau, tapi sebenernya bukan bendanya sih yang bikin aku galau, tapi banyak kenangannya juga. Jam ini diberi oleh dia yang masih nun jauh disana -tempat dan hati- ketika bulan sedang memperlihatkan semua bagiannya. Bulat. Terang. Actually ini dikasih pas pertama kali nge-date :) kemudian dy kasih oleh-oleh ke aku. Tadaaa!! Pajangan Pyramid dan Unta. (aku lupa foto yang unta) ya dia baru pulang dari Mesir. Ohya, dia waktu itu pulang karena warga Indonesia semua pelajar disana dipulangkan oleh pemerintah Indonesia untuk keselamatan. Jadilah, dia pulang ke tanah air. Dia, seseorang yang punya cerita sedikit di hari-hariku, tapi entah kenapa, setiap detik yang terjadi antara aku dan dia, sangat terekam jelas diingatanku. Ya, semuanya. Which is sweet or bitter memories. I can remember even the details. Tapi sekarang semua itu benar-benar tinggal kenangan. Entah kenangan apa, aku seperti mati rasa. Aku anggap semua ini atas karma-ku, karena aku pernah membuat kecewa, dan patah hati. Satu yang aku nggak boleh lakukan saat itu, saat aku benar-benar patah hati, mendoakannya dengan hal yang tidak baik. Aku nggak mau kejahatan yang tak berakhir *kyk film City Hunter versi Korea*. Ya, cukup,,aku tau rasanya patah hati, semoga dia tidak mengalami hal yang sama atau melakukan hal yang sama kepada wanita lain. Coz you cant fix what's been broken. You never really can fix a heart.

Yap, itu beberapa hadiah yang bernama kenangan. Benda yang membawa sejuta kenangan. Kenangan manis maupun pahit. Ya, kita harus hidup dengan seimbang. Kenangan pahit pun kita harus ingat, agar tidak terjadi untuk yang kedua kalinya. Perbanyaklah kenangan-kenangan manis bersama teman-teman kamu dan orang-orang terdekatmu. Kemudian jangan lupa ditulis, agar bisa mengingatnya kembali. ^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memang TERLALU BAIK itu TIDAK BAIK

Hari minggu adalah hari yang pas -menurut saya- untuk bangun lebih siang dari biasanya sampai membuat ibu saya berteriak, Aduhhhh...bagus banget perawan bangun sianggg!! dan saya hanya memutar badan saya sambil menutup telinga dengan guling saya. Ah, apa saya sering bilang dalam hati ibu saya adalah orang yang cerewet, jadi aja ibu saya makin cerewet. Semua yang saya kerjakan diprotes mulu. Mau protes balik terang-terangan bagaimana...beliau kan ibu saya, bisa-bisa dikutuak jadi batu saya layaknya malin kundang.