Langsung ke konten utama

Orang (yang) Dikutuk


Teruntuk orang yang dikutuk menjadi temanku.

Mungkin kamu dikutuk,
karena kamu ada diantara kerandoman kegiatan aku akhir-akhir ini sampai hari ini, seperti meng-skip waktu kosong yang tersedia pada otakku untuk memikirkan hal yang paling nggak aku ingin pikirkan.

Mungkin kamu dikutuk,
karena kamu bisa menghabiskan beberapa waktu berhargamu untuk mengenalku.

Mungkin kamu dikutuk,
karena kamu selalu mendengar kisah cerita yang sama secara berulang kali dari mulutku.


Mungkin kamu dikutuk,
karena bagaimana mungkin orang secerdas kamu mau berteman denganku.

Mungkin kamu dikutuk,
karena bagaimana kamu bisa bertahan berteman denganku yang bahkan pacarku saja tidak bisa pertahankan aku.

Mungkin kamu dikutuk,
karena memahami perasaanku tanpa aku harus menangis untuk menunjukkan rasa sedih.

Mungkin kamu dikutuk,
karena kamu berusaha sabar, jika aku mengucapkan kata-kata yang menyakitkan hatimu.

Mungkin kamu dikutuk,
karena kamu nggak ngeluh untuk menjadi pemadam api, setiap kali aku terbakar ketika aku bermain dengan api.

Mungkin kau dikutuk,
karena kamu mampu menghargai setiap keputusanku padahal kamu tidak setuju dengan keputusanku.

Mungkin kamu dikutuk,
karena kamu sekarang adalah temanku.


Near Johar Baru,
Aku yang terkutuk di ruang 4x3.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memang TERLALU BAIK itu TIDAK BAIK

Hari minggu adalah hari yang pas -menurut saya- untuk bangun lebih siang dari biasanya sampai membuat ibu saya berteriak, Aduhhhh...bagus banget perawan bangun sianggg!! dan saya hanya memutar badan saya sambil menutup telinga dengan guling saya. Ah, apa saya sering bilang dalam hati ibu saya adalah orang yang cerewet, jadi aja ibu saya makin cerewet. Semua yang saya kerjakan diprotes mulu. Mau protes balik terang-terangan bagaimana...beliau kan ibu saya, bisa-bisa dikutuak jadi batu saya layaknya malin kundang.