Aku Lissa Crescentia. Aku terbiasa dengan hal-hal yang menyamankan aku disana. Kalaupun sibuk, aku pasti membuat waktu luang untuk hal tersebut. Mungkin hobiku adalah ketemu teman-teman sejawat tiap minggunya. Cerita cintaku pun juga aneh. Setiap cowok yang aku sukai pasti ada hubungannya pada masa aku SMU. Dulu pernah aku benci banget sama seorang teman cowokku, sekarang malah suka dia sampe dia akhirnya jadi mantan. Dulu pernah aku suka mandang aneh cowo itu, terus pernah suka tapi sekarang mantan juga. Gak ada yang beres deh setiap cerita cintaku. Sampai aku-pun pernah merasa, apa jangan-jangan aku gak bakal ketemu sama soulmate-ku karena waktu hidupku hanya sebentar di dunia. Setiap aku berpikir seperti itu, aku langsung geleng-geleng-in kepala. Tuhan, aku juga ingin tahu siapa jodohku, kayak temen-temenku yang udah ketemu soulmate-nya *ceritanya doa tapi sambil iri*
Setelah susah payah berada dalam program move on dari mantan. Pake acara nangis bombay, 'Aku masih suka diaaa..tapi diaa gak suka sama akuu lagiii..'. Baiklah, time to say goodbye to my ex. Aku emang berhak mendapatkan orang yang lebih baik dari dia. Dalam program move on ini, aku meningkatkan kualitas diri, memperbaiki diri, dan benerin yang cacat-cacat di tingkah laku aku dulu sambil mungut serpihan-serpihan hatiku yang sempet hancur..cur..cur... *mendramatisir sambil gedein echo di pita suara* Well, setelah udah sadar. Hidup aku pun berjalan normal, ya..normal aja eh apa normal banget ya? :p
Aku yang tenggelam dalam kesibukan sendiri selama bertahun-tahun, lebih dari satu tahun itu udah bisa disebut 'bertahun-tahun' kan?. Akhirnya bisa memulai cerita cinta kembali. Sebenernya udah suka dari 4 bulan yang lalu, tapi aku-nya gak berani sekedar basa-basi. Padahal dia adalah teman lama-ku juga. Cukup sering ketemu, tapi kita emang jarang ngobrol, sekalinya ngobrol hanya hal-hal yang penting aja. Ya cuman itu. Dia punya ke-charming-an sendiri di mataku. Ceritanya aku pengen pedekate sama dia. Jaman kali cewek duluan yang pedekate..*ngejawab pertanyaan dalam pikiran kalian*. Tentang pedekate ini aku terinspirasi dari status facebook temennya Tari, sahabatku. Yang isinnya:
"Bujang percaya diri, meminang pujaan.Bujang kurang percaya diri, menunggu mapan.Bujang terlalu percaya diri, menunggu sang mantan.Bujang lamban diserobot teman."
Dari pada diserobot orang, kenapa aku gak mulai pedekate aja? gebetanku ini kebetulan orangnya cuek banget, dulu dia suka aku katain 'WE' kependekan dari Without Expression tanpa sepengetahuan dia sih.. *bingung kan? ya pokoknya gitulah* Nah, yang jadi masalah dari program pedekate ini, aku nggak tau dia udah punya gebetan apa belom? atau bahkan mungkin dia jangan-jangan udah punya pujaan hati? tanpa peduliin pikiranku ini. Aku mulai dari kebingungan nyari topik pembukaan pedakate.
Kata Tari, "udah lo mulai aja dengan pertanyaan. Nanyanya yang kedengerannya urgen gitu, biar dia feel obligated to answer".
Aku jawab, "kalo gue bilang I miss you, kira-kira bakal dibales gak ya? hahaa"
Tari, "menurut lo?"
Aku nyengir kuda. Akhirnya, sebagai pembuka conversation, aku hanya sms, 'Hi, apa kabar,lo? I miss you' tapi akhirnya aku delete kalimat frontal 'I miss you' itu. 'Hey, kamu itu nyapa gebetan, bukan pacar' tegur hatiku pada diriku sambil ngekeh bentar. Gak ada balesan. Lama. Ya udahlah ya..aku pun pasrah.
"Tring.." hp-ku berbunyi, tanda ada sms. Ini sudah hari kedua setelah aku menyapanya. Ternyata gebetan yang sms, ciyee..ceritanya aku udah seneng. Tapi pas dibuka, dia malah reply smsku itu dengan.....jreng-jreng..
"Maaf, ini siapa?"
Gubrak! Selamat ya, Lis..kubur aja itu acara pedekate duluan. Whatt?? Dia selama ini gak nyimpen nomor hp-ku? Dengan perasaan campur aduk. Kesel, karena gak dibales 'I miss you too'. Haahahaa..weird.
Aku akhirnya hanya bales sms itu dengan males, " Cewek kece, Lissa."
Tring... "Oh, Lissa. Maaf, nomor hp kamu, aku save ya."
Tuhan..save no.hp aja sampe bilang? Yeah...you have to do thattttt!!! *keluarin suara sopran*. Menghiraukan itu, aku pun mulai menanyakan hal-hal yang penting, agar dia terus jawab. Entah kenapa, aku jadi kasihan sama cowok-cowok yang lagi pedekate sama cewek pujaannya, pasti capek ya. Cari topik yang pas agar sama-sama enak bahasnya dan supaya ditanggap cepet sama gebetan. Padahal intinya pengen bilang, "aku suka kamu. apa kamu suka aku?" kalo ditolak ya udah di friendzone aja, kalo keterima di specialzone, kalo diabaikan ke timezone aja. Hehee..
Kami pun membahas masalah-masalah tentang perdamaian dunia *halah* sampai obrolan kita jadi absurd, hahaaa..Kebetulan udah malem, rasanya pengen bilang, 'Good night, beb'. Sekali lagi, dia masih gebetan, bukan pacar, Lis. Menyadari hal itu, akhirnya aku malah kirim sms 'Udah malem. Tidur aja.' Aku kirim sms itu emang karena pembicaraannya mulai absurd dan aku pun kehilangan kata-kata. Ciyeeehh..
Sekarang yang misteri adalah apa dia itu udah punya gebetan atau belom? Apa dia udah punya calon bini atau belom? Apa hatinya udah ada yang punya atau belom? Semoga dicerita selanjutnya yang blur-blur ini udah mulai kelihatan. :)
Sebagai penutup part I, aku mau ngutip sedikit dari kata-kata Miko buatan Ryan, "We have to fight for love, even with our friend. Gue gak tau artinya. Kamus gue ilang" *Malam Minggu Miko*
Komentar
Posting Komentar