Langsung ke konten utama

Lissa's Story [part 4]

Aku Lissa Crescentia. Sepertinya aku adalah manusia yang asik dengan dirinya sendiri. Aku ingin sekali masuk kedalam cerita kehidupan orang-orang yang aku sayangi, tapi rasanya berat, aku terlalu truma dengan terlibat dalam masalah mereka. Dulu aku sering sekali terlibat dalam masalah teman-temanku dengan maksud ingin membantu, eh, malah jadi api diantara mereka. Makanya, sampai detik ini, aku lebih baik membatasi diri dengan teman-teman, jangan ngikut-ngikut dalam masalah orang lain. Uhmm..tetapi semenjak itu, ada temanku yang salah paham. Aku tidak bermaksud, nggak care, atau gak peduli lagi dengan dia. Dia temenku sejak lama, mungkin setelah aku sibuk dengan kesibukkanku yang segambreng, aku memang sangat jarang bertemu dengannya, mungkin sekitar 6 bulan yang lalu. Woah..I just realized, it's been so long. 

Well, everything was fine until she changed her twitter account. Aku nggak tau kenapa alasan dia mengganti akun twitternya sampai saat ini. I was mad at that time. Tiba-tiba aja dia ganti akun, trus dia gak ngasih info itu ke aku. Apa salah aku coba? aku rasa semuanya baik-baik aja. Ya sudahlah, aku putuskan aja untuk diam, sampai dia yang bicara. Sekarang aku gak marah, gak benci atau sebel sama dia. Mungkin...itu adalah pilihan yang dia ambil. Life's what you make it, isn't it? *note: you can judge me if you want to*

By the way, awal Juni ini, ada sesuatu yang aneh terhadap Sam. Waktu itu aku hanya iseng aja 'ngeganggu' Sam. Waktu itu, status chat nya adalah 'at the gym', terus aku sapa aja dengan kata. "Ciyee..yang nge-gym (batan).. Apa kabar?" hahaha..iya iya..kata 'apa kabar' itu basi banget. Aku udah menyangka, paling chat-an aku ini dibalesnya 3 hari kemudian, atau bahkan seminggu kemudian. "Tring" tiba-tiba handphone-ku berbunyi, dengan tatapan takjub, dia balas obrolanku dengan cepat. ASSSAAA! akhirnya kami pun ngobrol ria. Info bahagia kayak gitu, aku kasih tau ke Tari dan Arini. Tari nggak ngebales, tandanya dia sudah tidur. Arini membalas. "Ciyee, seneng dong yaa.." tentunya, Ariniiii... :) kemudian Arini bilang, ternyata dia pernah cerita ke Sam, kalau Sam itu orangnya jarang respon chat, parahnya Sam ngerti apa dan siapa yang dimaksud Arini. Ige mwoya? perasaanku langsung antara seneng dan sedih. Ternyata Sam cuma nge-respon bukan atas kemauannya sendiri. Aku menghela nafas berat. Yahh..wacana lagi. Ya sudah, aku pikir udah terlanjur kayak gitu ceritanya. Bahagianya ini sampai besoknya. Salah satu temanku menikah dengan temanku juga. Kemudian, Sam cerita banyak tentang sibuknya dia besok, harus ini dan itu. Ide terbaikku saat itu adalah ke pernikahan teman kami dengannya. Yang nikah itu adalah teman sekolah kami, Aku, Tari, Arini dan Sam juga. Karena kesibukkan dia, akhirnya dia nggak bisa bareng kita, Aku-Tari dan Arini. Ya sudahlah, gak bisa maksa juga.

Pas di acara resepsi pernikahan temen kami, Utari dan Iyus. We still keep chatting :D. Aku kira dia tidak akan datang ke acara pernikahan mereka, karena dia gak ngasih tanda-tanda akan datang atau tidak. Ketika Arini bilang, "Lis, Sam dateng! Ciyee..." 
"Apa sih? biasa aja" aku ngeluarin tampanku yang cool abis, eh datar abis deh.
"Ciye..ciyee..tuh pangerannya dateng." Tari mengompori situasi.
"Hush..eh..aminnn" ucapku sambil nahan senyum. Padahal saat itu aku belum melihat batang hidungnya dan aku memang gak niat nyari dia. Takut. Lebih baik aku ngehindar atau pasang tampang datar sedatar-datarnya. Kemudian, teman-temanku mau jalan-jalan di taman, jadi harus lewatin kerumunan Sam dan teman-temannya, pas saat lewat, rasanya aku mau ngumpet aja dibelakang Arini dan Tari. Ketika jarak kami menjauh, Aku menoleh dan melihat punggung Sam dan senyum sendiri. Ahh..I'm really in love, cause I feel crazy.

Saat di taman, aku pun mengirim pesan ke Sam, 'Jayus ah..'
dia balas, 'Hehee..Jayus kenapa, Lis?'
'Aku kira, kamu gak akan datang.'
'Datenglah, Iyus kan temen deket dari dulu'
Yap..aku memang gak terlalu banyak tahu tentang Sam, setidaknya sedikit demi sedikit aku mengetahuinya. Aku hanya ingin tahu tentang dia dari dirinya sendiri, bukan dari orang lain. Bukankah itu hal yang lebih baik daripada mendengar dari orang lain tentang Sam?
Ketika kita mondar mandir ngambil makanan, aku malah nyari-nyari Sam, kalau udah ketemu aku malah jalan ke arah yang berlawanan dengan Sam. I just can't look even speak with him as always. Gini nih jeleknya gue, berani lewat pesan-pesan aja, kalau udah ketemu malah ngabur. Mungkin faktor apa ya..aku suka nyesek gitu sih kalau ada dia di sekitarku. Kalau kata mantanku sih, 'Kamu itu katanya kangen, pas ketemu orangnya malah dicuekin'. Ngomong tentang mantan, ternyata dia juga datang di pernikahan Utari dan Iyus, aku baru sadar ketika kita mau foto bareng-bareng dengan pengantin. Kata Tari dan Arini, dia (sang mantan) dari tadi udah ada disini. Mataku mungkin cuma tertuju sama Sam jadi gak liat siapa-siapa. Jadi ngerti apa arti dari cinta itu buta, hehhee..

Setelah sholat Dzuhur, aku dan teman-teman kembali ke aula pernikahan. Mataku mencari-cari sosok Sam tetapi tidak berhasil. Ah, paling dia sudah pergi ke acara selanjutnya, setidaknya ngucapin 'bye' atau apa kek gitu ke aku. 'Ahh...Liss..kamu itu bukan siapa-siapanya dia, dia kan gak harus ngucapin itu ke elu' Pikiranku pun kembali jernih. Aku senang hari itu, aku bisa melihat Sam walaupun hanya dari kejauhan. Iya, aku pun tahu bahwa pada akhirnya aku yang akan terluka, tetapi aku tidak mau lagi merasakan luka yang sama seperti sebelum ini. Oleh karena itu, sekarang aku hanya bisa mencintai Sam dengan jarak, karena aku masih memikirkan hatiku, jika aku terluka sedalam yang sebelumnya mungkin aku tidak akan percaya lagi terhadap cinta. Tetapi, aku masih mempercayai kesempatan ini. Aku ingin bertemu dengan Sam kembali. :)

"When I saw you, I fell in love and you smiled because you knew" William Shakespeare.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memang TERLALU BAIK itu TIDAK BAIK

Hari minggu adalah hari yang pas -menurut saya- untuk bangun lebih siang dari biasanya sampai membuat ibu saya berteriak, Aduhhhh...bagus banget perawan bangun sianggg!! dan saya hanya memutar badan saya sambil menutup telinga dengan guling saya. Ah, apa saya sering bilang dalam hati ibu saya adalah orang yang cerewet, jadi aja ibu saya makin cerewet. Semua yang saya kerjakan diprotes mulu. Mau protes balik terang-terangan bagaimana...beliau kan ibu saya, bisa-bisa dikutuak jadi batu saya layaknya malin kundang.