Tanggal 27 Juni 2013 hari Kamis, aku berangkat ke Malang naik kereta Matarmaja dari Stasiun Pasar Senen. Sebelum hari H ini, aku search di mbah google untuk mengetahui berapa lama perjalanan Jakarta-Malang, ada yang bilang 12 jam, 14 jam. Oke sip. Sebenernya agak deg-deg-an nekat sendirian ke Malang, demi rasa penasaranku tentang Malang dan Pulau Sempu-nya. Jadwal kereta tiba yang tertulis di tiket sih jam 13.40 WIB, tapi akhirnya kereta datang jam 14.00 WIB. Ini bukan pertama kalinya aku ke luar kota naik kereta sendiri, sebelumnya udah pernah ke Cirebon dan ke Purwokerto sendirian, tapi ya gitu..orang-orang di sekitar bangku itu biasanya pada diem semua. Pas aku naikin tas di atas tempat dudukku, ada laki-laki yang tersenyum simpul, nyapaku bersama temannya, sepertinya mereka para pendaki, karena mereka bawa tas carrier segede apa tau. Kemudian lengkap sudah kita. Di depanku itu sepasang suami istri yang sudah tidak muda, dan 3 orang pendaki. Selama perjalanan, aku terus diajak ngobrol oleh mereka. Dulu aku itu suka menyangka pendaki itu cenderung dekil, kucel, kumel, tapi ini enggak ternyata. Mereka keren banget, padahal mereka semua itu baru ketemu di stasiun atau dari facebook. Mas Agni dan Rama mau ngedaki gunung Rinjani, Mas Dian, Mbak Berta dan kawan2nya yang berada di gerbong lain akan mendaki Semeru. Mas Dian cerita-cerita pengalamannya naik gunung yang ini dan itu, ngasih tau aku kalo mau naik gunung apa aja yang harus dipersiapkan, dari data-datanya, track-nya sampai hal-hal mistis yang ada pada gunung tersebut. Mas Dian kemudian 'menyetani' aku dengan bilang: "kamu kalau mau foto-foto yang bagus, kamu ke Ranu Kumbolo aja, perjalanan kesana itu bener-bener surga,rin. Biaya kesana malah lebih murah dari pada ke Bromo" dan kemudian..jeng jeng..you know-lah..aku langsung tanya ini itu tentang perjalanan dari Ranu Pane ke Ranu Kumbolo. Mas Dian menjawab dengan senang hati.
Sekitar jam 2 malam, aku gak bisa tidur karena aku sudah banyak tidur dari jam 8 malem. Mas Agni-pun duduk disampingku dan dia-pun mulai cerita-cerita tentang his hometown. Mas Agni dan Rama ini berasal dari Lampung, jadinya udah sering deh tuh berkelana.
28 Juni, Matahari pun malu-malu memancarkan sinarnya, cuaca saat itu mendung dan gerimis, jadi aku nggak dapet tuh sunrise di kereta kayak film 5 cm. Jadwal di tiket harusnya aku sudah samapai Malang jam 06.40 WIB, aslinya aku sampai Malang jam setengah 9 pagi..Hiyalohh..maklumlah ekonomi. Ada kejadian unik pagi itu, temenku Hike, sms kalau si Husen sudah lewatin stasiun Kesemek. Aku bertanya-tanya dalam hati, stasiun kesemek? perasaan selama perjalanan, gak ada yang namanya stasiun kesemek, akhirnya aku coba tanya Mas Dian dengan hati-hati.
"Mas, emang ada stasiun Kesemek yang ke arah Malang?"
"Kesemek? kenapa? temen kamu nungguin kamu disana?" jawab Mas Dian sambil nahan tawa.
"Emangnya ada ya, Mas?" tanyaku ragu.
"Kalo dia di stasiun kesemek, bilang aja kamu sekarang lagi di stasiun manggis." jawabnya sambil tertawa terbahak-bahak.
Koplak..koplak.. (sebenernya itu Hike yang salah liat, padahal Husen nulisnya stasiun Kesamben)
 |
| Mas Dian - Mas Agni - Rama |
Jeng jeng..Sampai di Malang, aku disambit eh disambut dengan Hike, Husen (udah sampai duluan di stasiun Malang dari Bandung) dan temennya Hike, namanya Diqi. Pagi itu kita sarapan di warung depan kampus Hike dan Diqi (UIN Maulana Malik Ibrahim) mereka dekat dengan anak pemilik warung makan itu, namanya Mbak Inna, tetapi mereka memanggilnya Mbak Inne. Ketika sarapan, aku menceritakan paparan Ranu Kumbolo dari Mas Dian. Jadi, kita ubah rencana, setelah dari Sempu besoknya mau ke Ranu Kumbolo. Setelah sarapan, aku ke kostan Hike dan Husen ke kostan Diqi. Sholat dan mandi. Ternyata di kostan Hike lagi ada adik kelas waktu di pondok, Ochad yang lagi mau meneruskan kuliah S2 nya di Malang. :)
Sore hari, setelah ashar, kita pergi ke alun-alun Batu naik motor (kebetulan kostan Hike dan Diqi di daerah Batu), disana kita foto-foto, kemudian aku dan Husen mencoba naik Bianglala yang ada di tengah alun-alun Batu tersebut. Kita juga mencoba makan ketan yang ditabur kelapa dan susu bubuk di sekitar alun-alun. Setelah itu, Hike dan Diqi ngajak kita (aku dan Husen, yg pada saat itu datang sebagai tamu) ke Wonderland. Aku pikir apaaa gitu wonderland, ternyata tempat berbelanja baju-baju gitu di sebuah hotel di daerah Batu.. Hahahaa..Koplak.
 |
| Tugu Apel di Alun-Alun Batu |
 |
| Beli Ketan |
 |
| Nunggu giliran |
 |
| Senja di Alun-Alun Batu |
Malam harinya, kita ketemu dengan Arin dan Ubed. Husen, Diqi dan Hike udah nge-rental mobil dari malam untuk pergi ke Sempu. Kita ber-6 (aku, Husen, Hike, Diqi, Arin dan Ubed) akhirnya pergi ke Alun-alun Batu lagi untuk makan malam. Rame banget disana, keren sih Alun-alun Batu itu :). Setelah makan, kita pergi ke daerah paralayang, jalanannya semacam puncak gitu, belok-belok dan tanjakan, pas ke bawah lagi, kita malah ketawa gara-gara ada yang nawarin villa sepanjang perjalanan..koplak banget, ketawain orang lagi kerja gitu..
Abis itu si Husen ngidam mau makan durian, jadilah kita muter-muter nyari durian. Jadi inget waktu ke Anyer, kita makan durian juga. Yeahh..Durian lovers!! Akhirnya nemu juga durian di daerah UNISMA (Universitas Islam Malang). Setelah itu, kita akhirnya pulang ke kostan dan baru tidur jam 12 malem, padahal jam 2 pagi harus udah bangun buat jalan ke Sempu. Oke Sip! Nite~~~
koplak koplak.. kok fotoQ yg di pejeng pas pose yg kurang keren seeeh? hahahaha
BalasHapustapi keren cara ente cerita "3 jempol"
(yg 2 jempolQ, yg satu pinjem jempolnya Husen)
yang kurang keren bukan posenya,qi..yang kurang keren itu kamu-nya hahahaa..damai,qi :p
BalasHapushahaha...jempolnya husen tinggal satu deh.. :p