Aku Lissa Crescentia. Hobinya jalan-jalan, makan, senyum dan difoto. Hahaha..Ohya, udah lebaran ini, mohon maaf lahir batin ya kawans. =] Seperti biasa, aku sebagai teman yang baik (ciyee). Aku ngirim sms ke Arini, Tari dan Laura, apakah mereka pulang ke kampung mereka atau lebaran di Jakarta? Arini dan Laura langsung bales "Kenapa, Lis? mau ke rumah yaaa??" Mereka itu tau banget, kegiatanku yang baru aku mulai dari tahun lalu, lebaranan keliling rumah temen-temen. Tari ternyata ada di rumah saudaranya, ya udah, aku pergi ke rumah Arini, di rumah Arini tumben lagi pada ngumpul, biasanya ayahnya pulkam ke Kuningan-Jabar, jadi aku bisa silaturrahim deh ke keluarganya Arini. Kalian tau apa yang pertama kali ayahnya Arini tanya? Ya, "Lis, udah nikah?" kata ayahnya Arini, yang ditanya malah cengengesan, gak tau mau jawab apa. :D
"Setelah ini kita ke rumah Sam ya?" ujarku semangat. Hahahaa...Modus banget.
"Bentar, gue kasih tau Sam dulu." Arini mengirim BBM ke Sam. Arini selalu bilang supaya aku beli hape BB. "biar bisa bbm-an sama Sam, Lis" katanya. Aku selalu jawab, "Kalo jodoh gak kemana, Ar" sambil cengengesan [lagi].
Arini teriak, "Lis, Sam bisa tuh kita datengin ke rumahnya. Mumpung ada ibunya, kita diajak kenalan juga sama ibunya. Ciyeee..ketemu calon ibu mertua." Goda Arini.
"Beneran? Asikkk..hahaaa" ujarku sambil tepuk tangan.
"Deg-degan dong?"
"Hahaaa...kalo nggak deg-degan gue mati dong?" aku ketawa renyah. Jujur, aku sedikit nervous, tapi selama sama Arini, pasti akan lancar. Hahahaa...the power of friend ini.
Oke, setelah aku sholat dzuhur di rumah Arini, aku pamitan sama ibu dan ayahnya Arini (Arini juga) karena kita mau lanjut ke rumahnya Sam, yang kebetulan rumahnya deket sama rumah Arini. Kita cawww!! Kajaaaa!! *hati seneng* syalalala...
Pas dikit lagi mau nyampe rumah Sam, Arini sempet lupa rumahnya Sam, trus nanya sama bapak-bapak yang lagi berdiri di depan rumahnya. trus Arini nanya, "Pak, rumahnya Sam dimana ya?" aku malah ketawa..yang lucu itu nada nanyanya Arini ke bapak-bapak unknown gitu. Pas si bapak itu nunjuk rumah Sam, Sam manggil namaku. Halah. Gak seneng...gak seneng, hahaaa... soalnya dia senyum. :)
"Lissa...Lis..motornya taro disini aja." Teriak Sam dari depan rumahnya, yang diteriakin nge-blank sesaat. "Hah? Iya,Sam." jawabku beberapa di beberapa detik kemudian. Aku dengan wajah yang dicuek-cuekin nutupin nervous, nyapa Sam. Nyapanya, "Assalamualaikum, Sam :) " pake senyum, hahaaa... michyeosseo!
Ketika Sam ajak masuk ke rumahnya, Arini dorong-dorong aku supaya aku yang masuk duluan. Ariniiiii...! Ketika ibunya menyapa kami, kita dua-duaan senyum yang keliatan giginya. Sam bikin minum buat kita, trus pas lagi nyuguhin ke kita, dia bilang, "Kalo kurang manis bilang ya." Pas dia ngomong gitu, pengen banget aku bales, "Kalo kurang manis, aku bisa liat muka kamu aja kok" Hahaaa... tapi gak bisa, ada ibunya di depanku. Bisa-bisa di-blacklist deh gue dari daftar calon menantu..Hahaa..
Ibunya Sam cerita banyak tentang Sam. Well, selama pembicaraan kami itu, ibunya Sam selalu nanya ke Arini, jarang nanya ke aku sih, mungkin kemudian Sam kasian sama aku, setiap ibunya tanya apaa gitu ke Arini, Sam juga ajuin pertanyaan yang sama ke aku. Sam jadi banyak ngobrolnya sama aku, mungkin bener-bener kasian sama aku. Hahahahaa..jadi kecil hati gini. But, I don't get hard feeling, selama semuanya masih ada tanda tanya. Pas aku dan Sam nge-godain Arini sama Harry, Arini nunduk, trus mataku sama mata Sam ketemu, kita saling naikin alis dan senyum, nge-godain Arini abis-abisan. Saat itu, aku rekam sebaik-baiknya wajah Sam yang lucu tepatnya tampan itu. ah...I can't even say 'what if' in my mind. Mahluk macam Sam ini, he deserves someone better than me. Sadar, Lis...sadar. Ahhh.. I don't have any confident to get along with him anymore. Aku pikir, ini saatnya berhenti sebelum menyakiti diri sendiri. Ohya, Sam punya niat untuk melanjutkan kuliahnya loh, S2 di UPI, semoga dapet ya beasiswanya, Sam. Wish you luck, dear Sam. :D
Aku gak berhenti mandang Sam, sesekali kami ketawa bareng. Ya salah sendiri, kenapa bisa seganteng itu sih si Sam? hahahaa...
Waktu pun kian sore, saatnya aku dan Arini pamit sama Sam, Ibunya dan adiknya. Ohya, ngomong tentang ibunya Sam, beliau mirip ibuku ketika ngomong. The power of mother-nya strong enough sihh..hahahaa.. Ada kata-kata yang bagus dari Ibunya Sam terekam sama aku dan Arini, katanya "Jodoh itu adalah takdir yang bisa diikhtiarkan, makanya pria yang baik untuk wanita yang baik, begitupun sebaliknya." Meaningful banget. Kita semua jadi tersenyum, semoga pendamping kita adalah orang yang baik juga. Amiiinnn.
Sam memberikan senyumnya yang manis di sore itu, ketika kita akan pulang. Bibirnya melengkung sempurna sama kayak bulan sabit. :)
Waktu pun kian sore, saatnya aku dan Arini pamit sama Sam, Ibunya dan adiknya. Ohya, ngomong tentang ibunya Sam, beliau mirip ibuku ketika ngomong. The power of mother-nya strong enough sihh..hahahaa.. Ada kata-kata yang bagus dari Ibunya Sam terekam sama aku dan Arini, katanya "Jodoh itu adalah takdir yang bisa diikhtiarkan, makanya pria yang baik untuk wanita yang baik, begitupun sebaliknya." Meaningful banget. Kita semua jadi tersenyum, semoga pendamping kita adalah orang yang baik juga. Amiiinnn.
Sam memberikan senyumnya yang manis di sore itu, ketika kita akan pulang. Bibirnya melengkung sempurna sama kayak bulan sabit. :)
Setelah pulang dari rumah Sam, aku berpikir, haruskah aku berhenti? atau tetep ngotot? Nan mollaso..
Then, Ayo kita ketemu Lauraaaa...!!! ^o^
Then, Ayo kita ketemu Lauraaaa...!!! ^o^
"Love is just a word until someone comes along and gives it meaning" - Paulo Coelho
dari Penulis:
Well, about Sam and Lissa...I don't know about the ending, it can be sad ending like Yuri and Bunga's love story or it can be my first happy ending story. I hope Lissa can get along with Sam if it's not now but someday, they will. Perhaps. Who knows? :)
Komentar
Posting Komentar