Sesuatu yang mendadak adalah sesuatu yang agak menyebalkan -bagi ku- karena keluar dari rutinitas yang sudah ada dan dapat mengubah jadwal yang telah tertata rapi, tetapi entah mengapa walaupun agak menyebalkan dan dapat menimbulkan masalah, hal yang mendadak itu bisa menjadi sesuatu yang benar-benar lucu, menambah pengalaman baru yang super aneh dan yang pasti bisa jadi sebuah tantangan -tergantung bagaimana kita melihat hal yang mendadak itu- :)
Hal yang serba mendadak itu ternyata tidak selamanya mengesalkan dan menyebalkan apalagi kalau mendadak ibadah jalan-jalan kayak pengalaman kami ini, gak ada yang nyesel deh. Eh, gak ada yang nyesel kan ya? ^o^
Hal yang serba mendadak itu ternyata tidak selamanya mengesalkan dan menyebalkan apalagi kalau mendadak ibadah jalan-jalan kayak pengalaman kami ini, gak ada yang nyesel deh. Eh, gak ada yang nyesel kan ya? ^o^
Mendadak Bandung adalah judul yang ada di kepalaku ketika temanku, Hike datang ke Jakarta untuk pergi ke pernikahan Ismi dan Ikhsan di Bogor. Dia ternyata datang tidak sendiri, ternyata bersama Mbak Inne dan suaminya, Mas Riyas. Mbak Inne dan Mas Riyas datang ke Jakarta untuk mengurus visa Mas Riyas yang seorang WNA. Mereka datang ke Jakarta dari Malang hari Kamis malam -31 Okt 2013- dan menginap di rumah Husen. Keesokkan harinya, mereka pergi ke imigrasi Tangerang. Paginya, Hike meneleponku:
"Rin, elu ngebut deh ke rumah Husen, bawain ketoprak. Gue lagi pengen banget ketoprak." Ujarnya. Aku pun melongo, gimana bisa ada tukang ketoprak jam setengah 9 pagi? Ketika aku bilang agar dia minta ketoprak sama Husen aja, ternyata Husen lagi keluar untuk meminjam mobil. Jarak rumahku ke rumah Husen itu bisa 30 menitan, udah gitu pake macet pula, malasnya aku itu beralasan. Hahahaa..setelah beberapa menit kemudian, Hike bilang Husen sudah datang dan mereka bisa sarapan pagi ini. Alhamdulillah...aku menghela nafas panjang. Fuiihh! *meres keringet*
Setelah pulang dari mengajar, aku menelepon Hike dan menanyakan dia berada dimana karena Hike mau mengajak aku dan Nuni jalan-jalan, katanya tadi pagi. Aku kaget, ketika dia bilang, "Rinnn, ayo kita jalan-jalan ke Bandung."
"Bandung? Ngapain kesana? Yang bener aja, Hik." Reaksi ku ketika mendengar hal gila Hike. Aku belum pernah keluar kota dengan mendadak seperti ini. Aku sih seneng, tapi yang bikin aku bingung itu adalah perizinan dari orang tuaku. Apalagi banyak yang harus dikerjakan pada hari sabtu itu.
"Pergi dan pulang kapan? Gue kan hari sabtu nya kan kuliah, Hik..kayaknya gue gak bisa ikut deh." Ujarku dengan ragu-ragu.
"Perginya malam ini, Rin. Oh gampang, nanti kita pulangnya jam 8 pagi dari Bandung." Jawab Hike sambil meniupkan angin surga. Halah. Hahahaa..
"Liat nanti deh, gue telepon Nuni dulu." Ujarku tanpa meng-iya-kan 'hal dadakan' tersebut. Kepalaku mulai mencari alasan untuk minta izin ke orang tua, secara ibu sama bapakku itu -mungkin- sudah muak liat anak perempuannya yang demen melancong kesana-kemari tanpa rasa takut. Perizinannya pun menjadi susah dan anaknya semakin nekat.
Setelah menghubungi Nuni, dia sempet terkejut tetapi akhirnya dia setuju ikut ke Bandung, nah, aku cang cing cong minta izinnya, hahaaa...*tolong, jangan kayak gue ya, sodara-sodara :'(*. Karena sore nya hujan dan Hike dkk masih di jalan, kita -aku dan Nuni- makan malam di WS dahulu, disana kita nge-tem dari jam setengah 8 sampai jam setengah 9. Jam setengah 9, kita menuju rumahnya Husen. Sampai rumahnya Husen hampir jam 10, ya masa Pancoran masih macet jam segitu sih? Sesampainya disana, kita bertemu dengan Hike dan sambil tertawa dia bilang, "Kalian santai aja dulu, istirahat aja di sini, nanti kita berangkatnya jam 3 pagi."
Aku dan Nuni saling menatap, itu seperti yang kita perkirakan selama perjalanan, kita mempunyai feeling kayaknya kita bakal nginep di rumahnya Husen. Huaaa...Hike trapped us,Nunnnnn. Nuni yang baru pulang kerja, dia sampai minjem bajuku untuk jalan-jalan yang mendadak ini. Hahahaa...kita hanya tertawa, losing our mind. Kita sudah merasa terlalu capek untuk nimpuk-nimpuk Hike pake barang-barang yang ada di dalam kamar itu, jadi hanya bisa tertawa. Ya sudahlah..
Sabtu, 2 November 2013
Setelah menghubungi Nuni, dia sempet terkejut tetapi akhirnya dia setuju ikut ke Bandung, nah, aku cang cing cong minta izinnya, hahaaa...*tolong, jangan kayak gue ya, sodara-sodara :'(*. Karena sore nya hujan dan Hike dkk masih di jalan, kita -aku dan Nuni- makan malam di WS dahulu, disana kita nge-tem dari jam setengah 8 sampai jam setengah 9. Jam setengah 9, kita menuju rumahnya Husen. Sampai rumahnya Husen hampir jam 10, ya masa Pancoran masih macet jam segitu sih? Sesampainya disana, kita bertemu dengan Hike dan sambil tertawa dia bilang, "Kalian santai aja dulu, istirahat aja di sini, nanti kita berangkatnya jam 3 pagi."
Aku dan Nuni saling menatap, itu seperti yang kita perkirakan selama perjalanan, kita mempunyai feeling kayaknya kita bakal nginep di rumahnya Husen. Huaaa...Hike trapped us,Nunnnnn. Nuni yang baru pulang kerja, dia sampai minjem bajuku untuk jalan-jalan yang mendadak ini. Hahahaa...kita hanya tertawa, losing our mind. Kita sudah merasa terlalu capek untuk nimpuk-nimpuk Hike pake barang-barang yang ada di dalam kamar itu, jadi hanya bisa tertawa. Ya sudahlah..
Sabtu, 2 November 2013
Alarm sudah berbunyi dari pukul 2 pagi tetapi kita tetap terlelap tidur dan akhirnya aku bangun jam 3 untuk mandi. Aku jadi teringat di Bali, aku rajin banget ya mandi pagi ketika aku tidur di rumah orang lain atau di hotel. Setelah ini dan itu selesai, akhirnya kita jalan ke Bandung dari sana sekitar jam setengah 6 pagi. Heol..aku rajin amat ya mandi jam 3?
Selama perjalanan, kita tertidur lagi..hahhaa..pelor *nempel molor* banget ya kita. Ketika di perjalanan, tiba-tiba aku mendengar Husen berbicara gini:
"Keburu gak ya ikut akadnya?"
"Siapa yang akad, Sen? Elu?" Aku menanggapinya karena awalnya aku kira Husen bercanda. Ternyataaaaaa....jeng jeng jeng..bener aja kita datang ke pernikahan sepupunya. Aku panik dan protes.
"Ini..kok? kenapa jadi kondangan kita?" Ucapku bingung campur panik. Gimana gak panik? Aku saltum banget. Pake kaos, rok hitam, sendal gunung dan alhamdulillahnya aku memakai kerudung yang warnanya sepadan dengan kaos, tadi udah kepikiran untuk memakai warna yang nubruk-nubruk gitu.
"Emangnya Hike gak bilang, Rin?" tanya Husen sambil tertawa.
"Nggak. Hike..tanggung jawab lu." Ucapku kepada Hike. Hike bilang dia juga tidak tahu akan kondangan ke pernikahan sepupunya Husen. Amsyonggg.. Baju yang dikenakan Nuni, Hike, Mbak Inne dan Mas Riyas sih masih tergolong mending lah, masih formal. Lah gue? bener-bener gak formal. Walaupun saltum tetep aja harus eksis, hahaha..mumpung di Lembang, cuyyy..=]
Setelah 'numpang makan' di nikahan sepupunya Husen, kita lanjut ke tempat wisata, Tangkuban Parahu. Tadinya mau ke Kawah Putih, tetapi terlalu jauh, kasian Husen nya juga, di antara kita yang sebagai penumpang nggak ada yang bisa menyetir, jadi dia yang full menyetir. Sambil menahan kantuk, akhirnya Husen dengan selamat membawa kita ke Gunung Tangkuban Parahu pada siang hari. FYI, Tangkuban Parahu ini baru dibuka kembali tanggal 28 Oktober 2013, sebelumnya sempat ditutup karena terjadi letusan freatik pada gunung tersebut. Pas kita kesana, pengunjungnya pun belum terlalu banyak. Hike dan Husen memutuskan untuk tidur di mobil, Husen sih emang dia kurang tidur, tetapi Hike? hahahaa..padahal setiap perjalanan dia tidur mulu, tetapi dia selalu merasa mengantuk :)) *Peace,qie*
Aku, Nuni, Mbak Inne dan Mas Riyas pun jalan-jalan menikmati pemandangan yang ada, aku sama Nuni memang sudah pernah kesana, tapi penasaran dengan perubahannya setelah letusan tersebut. Sekitar 2 jam kita berada di area Gunung Tangkuban Parahu, dua jam cukuplah untuk istirahatnya Husen. ada episode ngebangunin Hike dan Husen untuk foto bareng dulu sebelum kita pulang.
Selama perjalanan, kita tertidur lagi..hahhaa..pelor *nempel molor* banget ya kita. Ketika di perjalanan, tiba-tiba aku mendengar Husen berbicara gini:
"Keburu gak ya ikut akadnya?"
"Siapa yang akad, Sen? Elu?" Aku menanggapinya karena awalnya aku kira Husen bercanda. Ternyataaaaaa....jeng jeng jeng..bener aja kita datang ke pernikahan sepupunya. Aku panik dan protes.
"Ini..kok? kenapa jadi kondangan kita?" Ucapku bingung campur panik. Gimana gak panik? Aku saltum banget. Pake kaos, rok hitam, sendal gunung dan alhamdulillahnya aku memakai kerudung yang warnanya sepadan dengan kaos, tadi udah kepikiran untuk memakai warna yang nubruk-nubruk gitu.
"Emangnya Hike gak bilang, Rin?" tanya Husen sambil tertawa.
"Nggak. Hike..tanggung jawab lu." Ucapku kepada Hike. Hike bilang dia juga tidak tahu akan kondangan ke pernikahan sepupunya Husen. Amsyonggg.. Baju yang dikenakan Nuni, Hike, Mbak Inne dan Mas Riyas sih masih tergolong mending lah, masih formal. Lah gue? bener-bener gak formal. Walaupun saltum tetep aja harus eksis, hahaha..mumpung di Lembang, cuyyy..=]
![]() |
| beginilah kostum kondangan gue. #hasekhasek #jos -,-" |
Setelah 'numpang makan' di nikahan sepupunya Husen, kita lanjut ke tempat wisata, Tangkuban Parahu. Tadinya mau ke Kawah Putih, tetapi terlalu jauh, kasian Husen nya juga, di antara kita yang sebagai penumpang nggak ada yang bisa menyetir, jadi dia yang full menyetir. Sambil menahan kantuk, akhirnya Husen dengan selamat membawa kita ke Gunung Tangkuban Parahu pada siang hari. FYI, Tangkuban Parahu ini baru dibuka kembali tanggal 28 Oktober 2013, sebelumnya sempat ditutup karena terjadi letusan freatik pada gunung tersebut. Pas kita kesana, pengunjungnya pun belum terlalu banyak. Hike dan Husen memutuskan untuk tidur di mobil, Husen sih emang dia kurang tidur, tetapi Hike? hahahaa..padahal setiap perjalanan dia tidur mulu, tetapi dia selalu merasa mengantuk :)) *Peace,qie*
Aku, Nuni, Mbak Inne dan Mas Riyas pun jalan-jalan menikmati pemandangan yang ada, aku sama Nuni memang sudah pernah kesana, tapi penasaran dengan perubahannya setelah letusan tersebut. Sekitar 2 jam kita berada di area Gunung Tangkuban Parahu, dua jam cukuplah untuk istirahatnya Husen. ada episode ngebangunin Hike dan Husen untuk foto bareng dulu sebelum kita pulang.
Setelah itu kita pergi, kemana ya? aku kok lupa ya? Gini nih..kalo jalan nggak bawa buku catatan, kebanyakan lupanya. Mendadak juga sih yaaa.. Perjalanan kembali random, kita ke tempat penjualan bakso langganannya Husen dan makan siomay yang enak -mungkin langganan Husen juga- *Maaf ah, aku banyak sotoy nya, yang tau Bandung cuma Husen, kita mah ngikut aja*
Sholat maghrib di Masjid Raya Bandung setelah itu makan tahu gejrot dan beli oleh-oleh di alun-alunnya. Jam setengah 9, kita baru balik ke Jakarta. Ige mwoya? aku sama Nuni izinnya hari ini akan pulang, aku pasrah aja deh, setelah mengirim sms ke bapakku bahwa aku pulang besok subuh, aku langsung mematikan hp-ku. Hahaaa..sumpah kelakuan gue..Astagfirullahh..sampai kapan harus kayak giniiii? Umur udah hampir seperempat abad tapi kelakuan masih umur 20. Sampai Jakarta jam 11 malam..jeng..jeng..kita nginep lagi di rumahnya Husen dehhh. -,-"
Besok subuhnya, aku sama nuni pamit pulang, karena hari ini tanggal 3 November 2013, teman kami, Ismi menikah. Aku sama Nuni, ketawa bareng..kita pulang ke rumah cuma 2 jam saja di sana, sehabis itu kita jalan lagi ke Bogor. Hahahaa..bener-bener #unpredictableweekend #suddenholiday yang menakjubkan. Semuanya serba random, mendadak dan penuh kejutan. Aku tersadar, asik juga perjalanan liburan yang mendadak gitu. =]
Sholat maghrib di Masjid Raya Bandung setelah itu makan tahu gejrot dan beli oleh-oleh di alun-alunnya. Jam setengah 9, kita baru balik ke Jakarta. Ige mwoya? aku sama Nuni izinnya hari ini akan pulang, aku pasrah aja deh, setelah mengirim sms ke bapakku bahwa aku pulang besok subuh, aku langsung mematikan hp-ku. Hahaaa..sumpah kelakuan gue..Astagfirullahh..sampai kapan harus kayak giniiii? Umur udah hampir seperempat abad tapi kelakuan masih umur 20. Sampai Jakarta jam 11 malam..jeng..jeng..kita nginep lagi di rumahnya Husen dehhh. -,-"
Besok subuhnya, aku sama nuni pamit pulang, karena hari ini tanggal 3 November 2013, teman kami, Ismi menikah. Aku sama Nuni, ketawa bareng..kita pulang ke rumah cuma 2 jam saja di sana, sehabis itu kita jalan lagi ke Bogor. Hahahaa..bener-bener #unpredictableweekend #suddenholiday yang menakjubkan. Semuanya serba random, mendadak dan penuh kejutan. Aku tersadar, asik juga perjalanan liburan yang mendadak gitu. =]
![]() |
| Pemandangan keren dari atas Gunung Tangkuban Parahu |
![]() |
| Husen, Ririn, Nuni, Hike |




yg kerudung kuning kereeeen...#loh loh loh #hahahahahahahaha
BalasHapus