Author: Retrievie
Cast: Junsu, Changmin, Heechul, Rain-bi, Chansung, Taecyeon, Go Hara, Park Gyuri, Minyeong, Sohee, Victoria, Yoona and many more.
Title: Oh! My College.
Lagu ‘Sunday Morning’-nya Maroon5 menyertai paginya Jangmi. Jangmi segera membuka jendelanya tepat jam 6 pagi. Jangmi suka sekali udara di pagi hari, makanya dia suka duduk ditepian jendela. Walaupun sudah dilarang dengan Ibu dan Ayahnya untuk duduk ditepi jendela karena kamarnya ada di lantai dua, dia tidak pernah mematuhinya. Jangmi menghirup dalam-dalam udara pagi. Tiba-tiba..
PLETUKK!!
Sebuah apel mengenai bahu kanannya. ‘Dilempar apel? Lumayanlah’ Batin Jangmi terseyum sambil menggigit apel tersebut. “ENAKKK!!!nyam..nyam..nyam..” Teriak Jangmi dengan sengaja.
Rain berdiri sambil tertawa kecil dari bangunan rumahnya. Rain dan Jangmi bertetanggaan, jendela mereka berhadapan. Rain pernah kegeeran karena kebiasaan Jangmi yang suka ‘nongkrong’ di jendela. Jangmi sudah menjelaskan kebiasaannya, tapi Rain masih menganggap pasti ada sesuatu dibalik ‘nongkrong’ gadis itu.
“AKU MAU CAKE STROBERI JATUH DARI LANGIT!!” Teriak Jangmi pura-pura tidak melihat Rain. Rain membuka jendelanya lagi.
“YA!! Dikasih hati minta jantung!” Balas Rain.
“CAKE STROBERI YAAA!! CAKE STROBERII!!” Teriak Jangmi tanpa mempedulikan teriakan Rain. Jangmi mendadak menutup jendela kamarnya ketika melihat Rain sudah ancang-ancang menyambit dirinya dengan sendal kamarnya. Jangmi pun nyengir sambil menjulurkan lidahnya.
-----
“Annyeong haseyo, Jangmi-ssi.” Sapa Chansung dari belakang Jangmi. Jangmi tesentak kaget.
“Oh..annyeong haseyo, oppa!!” jawab Jangmi dengan ceria.
“Udah nggak ngejar orang jelek?” Ledek Chansung.
“Ne? Oh,,yang kemaren. Udah nggak kok..hehhee” Ucap Jangmi sambil nyengir ‘Lebih baik aku ngejar Oppa’ lanjutnya dalam hati.
“Baguslah. Aku mau ke kelas dulu ya. Bye!” Ucap Chansung sambil mencubit pipi Jangmi. Jangmi merintih kecil.
“Oppa, Fighting!!” Teriak Jangmi. Chansung menunjukkan jempolnya tanpa menoleh. Jangmi tersenyum nggak jelas. Hatinya sekarang berbunga-bunga. Chansung Oppa ^^.
“AHH!” tiba-tiba pinggangnya merasa sakit. Dilihatnya Victoria dan Hara disampingnya.
“Ampun deh, kalian jahat banget. Kan sakittt.” Ujar Jangmi lebay sambil memegang pinggangnya.
“Biar kamu sadar dulu sebelum kelas dimulai hihiiii..” Ucap Vic sambil ngikik.
“Omo! Kalian ngeliat aku sama Chansung oppa?” Tanya Jangmi.
“Tentu saja. Kampus kan tempat umum, pasti nggak kita aja yang ngeliat.” Jawab Hara.
“Ah..molla. Kita ke kelas aja yuk. Profesor Kim kan killer banget. Kaja!” Ucap Jangmi sambil merangkul kedua sahabatnya berjalan menuju kelas mereka.
---
“Jangmi, kenapa sih kamu nggak panggil aku ‘Oppa’?” Tanya Rain pada Jangmi yang lagi asik dengan cake stroberi pemberian Rain. Jangmi berhenti mengunyah. Dahinya mengeluarkan kerut. Dia sedang berpikir ‘Kenapa ya?’ tanyanya dalam hati.
“Apa nggak cukup temen-temenku panggil kamu ‘Oppa’ sampe kamu nanya begitu?” Tanya balik Jangmi kemudian melanjutkan makanannya.
“Chansung juga. Apa dia nggak cukup teman-temanmu panggil dia ‘Oppa’ sampai kamu juga ikut memanggilnya ‘Oppa’?” Ucap Rain dengan sinis.
“Itu sih beda lagi kasusnya.” Jawab Jangmi tanpa menoleh pada Rain. Fokus dengan cakenya. Tingkah Jangmi yang seperti ini yang dibenci dengan Rain, ketika dia bicara serius, Jangmi tidak pernah menanggapnya dengan serius. Rain kemudian menoyor Jangmi. Rain tahu kalau Jangmi paling benci ditoyor.
“YA!! Waeyo?!” Teriak Jangmi dengan amarah. Kemudian Jangmi menjentikkan jarinya.
“Kamu tau kenapa aku panggil Chansung-ssi dengan ‘Oppa’ sementara kamu tidak? Chansung oppa itu baik hati, sopan dan NGGAK SUKA noyor aku.” Ujar Jangmi dengan singkat padat dan jelas sambil melempar garpu ke piring cake yang belum habis dimakan olehnya. Rain tersentak. Jangmi keluar dari tempat makan tersebut. Hari ini Jangmi memang naik bis karena motornya lagi di bengkel.
“Apa-apaan sih dia? Tiba-tiba komplen kalo dia nggak dipanggil ‘Oppa’ sama aku? Dulu-dulu nggak pernah.” Keluh Jangmi dengan kedua tangannya dilipat didepan dadanya. Rain tidak mengejar Jangmi ‘Ada apa sama diriku? Kenapa tiba-tiba aku ingin dipanggil Oppa dengan Jangmi ketika melihat dia memanggil Chansung dengan Oppa tadi pagi? padahal aku sering melihat dan mendengar Jangmi memanggil Oppa kesemua teman-temanku’ Batin Rain bingung. Kemudian dia meletakan tangannya ke dada. Something must be wrong!
Jangmi duduk lama di halte bis dengan wajah cemberut. Kemudian mobil berwarna biru metalik berhenti dihadapannya, kaca jendela mobil itu perlahan terbuka. ‘Ah..Chansung oppa’ batinnya.
“Jangmi-ssi, kamu sedang apa melamun disitu dengan wajah murung? Masuklah, aku antar kamu pulang.” Ucap Chansung dari bangku kemudi. Jangmi tanpa ba-bi-bu dia langsung masuk kedalam mobil chansung. Chansung kembali menjalankan mobilnya.
“Rumah kamu dekat dengan rumah Rain kan?” Tanya Chansung.
“Ah.. Ne, oppa,” Jawab Jangmi sambil dengan sedikit senyum.
“Kamu kenapa? Mood kamu kayaknya lagi nggak bagus saat ini, beda dengan tadi pagi.” Tanya Chansung dengan sedikit menoleh kearah Jangmi.
“Aku lagi sebel sama orang..huuff!!” Keluh Jangmi sambil menundukkan kepalanya.
“Ah..karena mood kamu lagi nggak bagus, aku punya ide. Gimana kalau kita dinner di kafe langganan aku? Disana makanannya enak-enak lho? Aku yang traktir. Gimana?” Tanya Chansung.
“Wah..Jeongmalyo, oppa?” Ujar Jangmi dengan mata berbinar menatap Chansung.
“Beneran. Jadi gimana? Kamu mau nggak?”
“Tentu aku mau.”
“Tapi dengan syarat, kamu nggak cemberut lagi ya.”
“Okeyy!!”
Jangmi menjadi senyam-senyum sendiri. ‘Hara dan Victoria bakal shock denger aku dinner sama Chansung oppa’. Chansung tersenyum memperhatikan tingkah Jangmi saat ini. ‘Ah..cute..’ Batin Chansung.
----
“Ne.. Mwo?..Baik,pak. Saya kesana.” Jangmi kemudian menutup handphone-nya.
“Ada apa?” Tanya Chansung.
“Pemilik kedai dekat kampus yang nelepon, katanya Rain mabuk disana.” Ujar Jangmi. “Maaf, Oppa..sepertinya aku turun di halte bis depan.”
“ Nggak usah, biar kamu, aku anter ke kampus saja.” Ujar Chansung sambil memutar arah.
Sesampainya di kedai dekat kampus. Jangmi membuang nafas berat melihat Rain yang lagi mabuk berat.
“Ah, untung kamu sms ke handphone anak ini, makanya saya langsung melepon kamu. Anak ini mabuk berat, padahal dia hanya minum satu botol soju.” Ujar pemilik kedai.
Tanpa mengomtari ucapan pemilik kedai, Chansung dan Jangmi memapah Rain. “Terimakasih, Pak” Ujar Jangmi. Entah berterima kasih untuk apa. Setahu Jangmi, Rain tidak pernah meminum alkohol karena lambungnya bermasalah. Rain dan Jangmi berada di tempat duduk belakang.
“Jeongmal mianhae, Oppa. Maaf kalau waktu makan oppa tertunda.” Ujar Jangmi. Jangmi menoleh kearah Rain. ‘Perusak!!’ Maki Jangmi dalam hati.
“Tidak apa-apa. Kita bisa dinner lain kali.” Ujar Chansung. Jangmi bisa melihat senyum Chansung dari kaca depan mobil. ‘Untunglah’ Ucap Jangmi dalam hati.
“Terima kasih banyak, Oppa.” Ujar Jangmi sambil membungkukkan badannya.
“Iya.” Ujar Chansung tersenyum sambil mengacak-acak rambut Jangmi yang-sudah-acak-acakan. “Jadi, rumah kamu bersebelahan dengan Rain?”
“Ne, oppa. Mau mampir dulu?” Tawar Jangmi.
“Ah, tidak usah ini sudah terlalu larut malam untuk bertamu. Ya sudah, aku pulang dulu ya.” Ujar Chansung kemudian menaiki mobilnya.
"Jalga, Oppa" Ucap Jangmi sambil melambaikan tangan ke Chansung. Chansung pun membalasnya.
"Jalga, Oppa" Ucap Jangmi sambil melambaikan tangan ke Chansung. Chansung pun membalasnya.
To Be Continue
Komentar
Posting Komentar