Author: Retrievie
Cast: Junsu, Changmin, Heechul, Rain-bi, Chansung, Taecyeon, Go Hara, Park Gyuri, Minyeong, Sohee, Victoria, Yoona and many more.
Title: Oh! My College.
“YA! Kok kamu malah ninggalin aku?” Teriak Rain. Gadis perempuan yang diteriakinya itu malah menguncir rambut sebahunya dengan santai.
“Kamu kenapa nyuruh aku nunggu di depan toilet? Kamu kira aku penjaga toilet apa?” Ujar Jangmi sambil cemberut.
“Tadi kan aku ke toilet bentaran aja. Aku kira kamu diculik.” Ujar Rain dengan nada khawatir.
“Hahhaa..aku cuma bercanda kok. Ga usah khawatir berlebihan. ” Ujar Jangmi sambil menyikut lengan Rain.
“Aku juga bercanda khawatir sama kamu. Lagian mana ada yang mau nyulik kamu, week!” Balas Rain sambil menjulurkan lidahnya. Jangmi mendengus.
“Hahhaa..aku cuma bercanda kok. Ga usah khawatir berlebihan. ” Ujar Jangmi sambil menyikut lengan Rain.
“Aku juga bercanda khawatir sama kamu. Lagian mana ada yang mau nyulik kamu, week!” Balas Rain sambil menjulurkan lidahnya. Jangmi mendengus.
“Aku dengar gosip di kampus katanya kamu lagi deket sama Gyuri-ssi, anak kedokteran itu.” Ujar Jangmi sambil berjalan di koridor kelas.
“Waaahhh,,aku nggak nyangka,kalau aku setenar itu.” Ucap Rain sambil setengah tertawa.
“Oke,,aku biarkan kamu Geer. Padahal yang terkenal itu kan Gyuri-ssi.”
“Perusak kebahagiaan.” Ujar Rain sambil menoyor kepala Jangmi.
“YA! Naega Jugeulae?!” Maki Jangmi menatap Rain sambil memegang kepalanya. Rain hanya tertawa renyah.
“Terus kenapa kalo aku deket sama Gyuri? Kamu merasa tersaingi? Oh..ya ya ya,,pasti kamu cemburu.” Ujar Rain sambil memegang dagunya
“Ne? Cemburu? Tuhan itu nggak pelit buat nyiptain laki-laki. Jadi gimana? Gosip itu bener nggak? Aku cuma mau mastiin buat...upss!!” Jangmi hampir saja keceplosan bicara. Rain menautkan alis.
“Buat siapa?” Tanya Rain penasaran.
“Ani.” Ujar Jangmi sambil menutup mulutnya. Rain menyipitkan matanya yang sudah sipit itu.
“Oke. Kalau begitu aku nggak akan ngasih jawabannya sampai kamu ngomong buat apa.” Ujar Rain sambil membenarkan posisi tas nya. Jangmi menunduk ‘Jangmi-ah babo’ ucap Jangmi dalam hati sambil memukul-mukul kepalanya. Rain tersenyum melihat tingkah Jangmi dan muncul ide iseng. Tangannya mencari sesuatu didalam tasnya.
“Jangmi-ah” Panggil Rain dengan nada ceria.
“Wae?” Jawab Jangmi malas kemudian menegakkan kepalanya dan..
JEPREET!!
Jangmi mengucek matanya karena terkena sinar flash dari polaroid sambil mendengar tawa Rain yang super menyebalkan. ‘Sial,cowok itu!!’ Jangmi mengejar Rain yang sudah berada jauh darinya. Tiba-tiba..
BUKK!! Jangmi jatuh tertimpa buku yang entah dari mana asalnya. Wajah Jangmi memerah, ‘Awas ya kamu, Rainnnnn!!!’ Batin Jangmi teriak.
“nega gwaenchanna?” Jangmi menatap sosok laki-laki dihadapannya itu. Ah.. Chansung oppa. Otaknya mendadak berhenti bekerja selama 3 detik, kemudian otaknya kembali bekerja. Jangmi tersenyum pada Chansung.
“Aku baik-baik aja, Oppa. Aku benar-benar minta maaf.” Ucap Jangmi langsung berdiri sambil membungkukkan badannya berkali-kali. Chansung memunguti buku-buku yang terjatuh dari genggamannya. Chansung kemudian tersenyum melihat Jangmi yang jadi salah tingkah.
“Jeongmal mianhae, Oppa” Ucap Jangmi frustasi.
“Ya sudah, nggak apa-apa. Lagian kamu kenapa lari-lari di koridor?” Tanya Chansung ramah.
“Ngejar orang jelek, oppa” tiba-tiba nada suara Jangmi berubah. Jangmi menunjukkan wajah wanita penuh dendam.
“Hahhaa..kamu ada-ada aja.” Ujar Chansung sambil mengacak-acak rambut Jangmi sambil berlalu dari hadapan Jangmi.
“Oppaaa..” Jangmi merengut. Lagi dia dianggap anak kecil dengan orang yang diam-diam disukainya. Namanya Hwang Chansung, kakak kelas fakultas dengan jurusan yang sama dengan Jangmi. Chansung selalu menganggap Jangmi seperti anak kecil. Bertemu dengan Chansung membuat Jangmi menjadi nggak mood buat ngejar Rain. Bi Rain seangkatan dengan Chansung, tapi karena rumah Jangmi dan Rain berdekatan dan mereka teman sepermainan, jadi itulah kenapa Jangmi dekat dengan Rain.
Jangmi berjalan menuju parkiran motor. Jangmi makin badmood pas melihat Junsu, Changmin dan Taecyeon di tempat parkiran. Geng –apalah namanya- yang suka godain cewek-cewek, dan mereka milih-milih lagi godainnya. Sialnya, Jangmi termasuk yang ‘terpilih’ oleh mereka. Biasanya dia suka ke parkiran bersama Rain. Jangmi melihat motor Rain masih ada di halaman parkiran.
“Cih,,kemana tuh si brengsek?” Ucapnya pelan. “Ah,,wth lah sama Rain atau geng itu!” Jangmi melangkah dengan wajah cuek menuju motornya. Serentak Changmin, Junsu dan Taecyeon melingkari Jangmi. Jangmi menatap mereka satu persatu dengan tajam padahal jantungnya berdegup kencang.
“Maaf, ada apa ya?” Tanya Jangmi santai sambil memundurkan motornya dan ditahan dengan Changmin.
“Jangmin-ssi “ Ujar Junsu sambil menyentuh wajah Jangmi. Jangmi kemudian memukul tangan Junsu.
“Neo michyeosseo? Kalo mau ngomong ya ngomong aja. Gak usah megang-megang!! ” Bentak Jangmin didepan wajah Junsu.
“Biasanya kamu sama bodyguard-mu. Kemana si brengsek itu?” Tanya Changmin dengan tatapan marah.
“Molla. Kenapa kamu tanya dia sama aku?” Jangmi mulai mendengus sambil berusaha memundurkan motornya yang kemudian ditahan denga Taecyeon.
“Baguslah kalau begitu. Aku boleh minta nomor handphone kamu?” Tanya Junsu dengan tatapan liar. Jangmi merasa tubuhnya ditelanjangi dengan tatapan itu.
“Oh..minta nomor hape doang? Bilang dari tadi kek. Tapi abis ini, aku bisa pulang kan?” Tanya Jangmi santai. Junsu, Changmin dan Taecyeon menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi depan Jangmi. Bahasa mata lebih tepatnya.
“Oke. Abis kamu kasih nomor hape kamu, kamu boleh pergi.” Ujar Junsu. Jangmi mengambil secari kertas dan pulpen dari tasnya kemudian menuliskan sejumlah angka di kertas tersebut dan menyerahkannya kepada Junsu. Geng –apalah namanya- itu sudah tidak mengelilingi Jangmi lagi. Jangmipun langsung ngacir dengan motornya dengan menahan tawa.
To Be Continue..
Komentar
Posting Komentar