Setelah lima tahun berharap pada cinta yang tidak jelas akan tergapainya. Aku pun putus asa dengan mudahnya ketika dia datang. Hanya lima rasa yang ada dibenakku ketika dia hadir dihadapanku. Senang. Rindu. Canggung. Kesal. Cinta.
Ya,hal apapun yang dikaitkan dengan cinta akan menjadikanmu seperti bukan-diri-kamu-sendiri. Rasa yang tercipta dari kenangan-kenangan yang tak pernah aku duga. Yang tiba-tiba timbul seperti takdir. Cintaku begitu simpel, memilikimu selamanya.
Lima jam kamu coba meyakinkanku, jikalau kamu mempunyai rasa yang sama. Padahal saat itu aku dan hatiku telah memutuskan untuk melupakanmu. Aku mempunyai lima rasa saat kamu mengatakan cinta yang sama denganku. Bingung. Bahagia. Khawatir. Gugup. Cinta. Hanya butuh lima kata untuk meyakinkanku : Aku Benar-Benar Cinta Kamu.
Aku. Kamu. Cinta. itu yang menyatukan kita dari segala perbedaan yang kita miliki. Kita memiliki banyak hari-hari yang menyenangkan. Ya, cinta itu membius aku dan kamu. Segala harapanku terlihat lebih jelas ketika kamu ada tepat disampingku. Kamu membuat hidupku lebih berwarna-warni bagai cahaya yang terbiaskan. Mengabaikan suara pikiranku dan terus menggunakan hati sebagai pilihanku. Ya..sangat indah..saat itu.
Sampai pada akhirnya kamu harus pergi jauh dari keluargamu, negaramu dan aku. Aku coba meyakinkan hatiku dengan bertanya kepadamu, bahwa apakah kamu benar-benar serius dengan hubungan kita?. Kamu terdiam sebentar, mungkin hanya lima detik, kemudian kamu menoleh kepadaku sambil mengangguk kuat seolah kamu mengembalikan tiang yang hampir jatuh di dalam hatiku. Ya..karena cinta, aku mudah mempercayaimu begitu saja.
Setelah berlalunya waktu, sebulan pertama kita bisa menjaga cinta kita. Aku senang sekali. Cinta kamu tidak berubah. Sampai pada saat kamu tidak memberiku kabar, walau hanya sekali. Menandakan kamu ada dan cintamu tidak berubah. Kembali aku menunggu penuh harap cemas.Lima rasa yang saat itu aku punya. Sedih. Bingung. Takut. Rindu. Cinta yang mulai meragu. Hari berganti hari berlalu. Sebulan sudah kamu tidak menghubungiku lewat apapun.
sampai suatu hari di akhir bulan Mei, kamu menghubungiku via chat. Hanya lima kata yang kamu kirim untukku. Aku Mengirim Pesan Ke Facebookmu. Aku membuka pesan yang kamu kirim untukku setelah sebulan 'menghilang'nya kamu. Lima menit aku melongo dengan isi pesan yang kamu tulis untukku. Sampai lima kali aku membacanya dengan hati-hati agar aku tidak salah mengartikan pesanmu. Aku berharap aku sedang bermimpi saat itu. Selama lima menit aku merasa kamu sedang bercanda denganku. Candaa kamu kali ini tidak lucu sekali, aku pasti bermimpi, tapi mengapa sakitnya begitu nyata?, batinku. Aku ingin mendengar jelas dari kamu tapi kamu sudah 'meninggalkan'ku. Hanya lima detik ketika kesadaranku memulih, aku mulai menangis. Aku manusia, aku rasa ini saatnya aku nangis bukan untuk berpura-pura aku cukup tangguh untuk menerima kenyataan itu. Ya, kamu meninggalkanku tanpa bimbang. Aku tidak bisa berpikir jernih saat itu. Lima tahun penantian mengalahkan lima kata yang kau kirim untukku dari negeri asing. Lima jam kamu mencoba meyakinkanku kalau kita mempunyai rasa cinta yang sama mengalahkan lima menit aku aku membaca pesanmu.
Lima bulan kini berlalu dari masa transisi kesedihanku, aku mulai tidak memikirkanmu -walau sesekali iya-. Seperti katamu dipesan itu, jadikan kisah kita sebagai pengalaman hidup yang paling berharga. Tentu saja berharga, karena harus banyak yang harus kita tinggalkan Cinta, Kenangan, Rindu, Aku dan Kamu.
Cinta hanyalah salah satu alasan kita bisa bahagia. Ya,,hanya salah satu. Mari kita temukan empat dari alasan itu.
Terima kasih.
Sampai pada akhirnya kamu harus pergi jauh dari keluargamu, negaramu dan aku. Aku coba meyakinkan hatiku dengan bertanya kepadamu, bahwa apakah kamu benar-benar serius dengan hubungan kita?. Kamu terdiam sebentar, mungkin hanya lima detik, kemudian kamu menoleh kepadaku sambil mengangguk kuat seolah kamu mengembalikan tiang yang hampir jatuh di dalam hatiku. Ya..karena cinta, aku mudah mempercayaimu begitu saja.
Setelah berlalunya waktu, sebulan pertama kita bisa menjaga cinta kita. Aku senang sekali. Cinta kamu tidak berubah. Sampai pada saat kamu tidak memberiku kabar, walau hanya sekali. Menandakan kamu ada dan cintamu tidak berubah. Kembali aku menunggu penuh harap cemas.Lima rasa yang saat itu aku punya. Sedih. Bingung. Takut. Rindu. Cinta yang mulai meragu. Hari berganti hari berlalu. Sebulan sudah kamu tidak menghubungiku lewat apapun.
sampai suatu hari di akhir bulan Mei, kamu menghubungiku via chat. Hanya lima kata yang kamu kirim untukku. Aku Mengirim Pesan Ke Facebookmu. Aku membuka pesan yang kamu kirim untukku setelah sebulan 'menghilang'nya kamu. Lima menit aku melongo dengan isi pesan yang kamu tulis untukku. Sampai lima kali aku membacanya dengan hati-hati agar aku tidak salah mengartikan pesanmu. Aku berharap aku sedang bermimpi saat itu. Selama lima menit aku merasa kamu sedang bercanda denganku. Candaa kamu kali ini tidak lucu sekali, aku pasti bermimpi, tapi mengapa sakitnya begitu nyata?, batinku. Aku ingin mendengar jelas dari kamu tapi kamu sudah 'meninggalkan'ku. Hanya lima detik ketika kesadaranku memulih, aku mulai menangis. Aku manusia, aku rasa ini saatnya aku nangis bukan untuk berpura-pura aku cukup tangguh untuk menerima kenyataan itu. Ya, kamu meninggalkanku tanpa bimbang. Aku tidak bisa berpikir jernih saat itu. Lima tahun penantian mengalahkan lima kata yang kau kirim untukku dari negeri asing. Lima jam kamu mencoba meyakinkanku kalau kita mempunyai rasa cinta yang sama mengalahkan lima menit aku aku membaca pesanmu.
Lima bulan kini berlalu dari masa transisi kesedihanku, aku mulai tidak memikirkanmu -walau sesekali iya-. Seperti katamu dipesan itu, jadikan kisah kita sebagai pengalaman hidup yang paling berharga. Tentu saja berharga, karena harus banyak yang harus kita tinggalkan Cinta, Kenangan, Rindu, Aku dan Kamu.
Cinta hanyalah salah satu alasan kita bisa bahagia. Ya,,hanya salah satu. Mari kita temukan empat dari alasan itu.
Terima kasih.

Komentar
Posting Komentar