Kini Bunga tidak mengerti apa hebatnya dirinya. Dia ingin menemukan sesuatu pada dirinya yang tidak orang lain memilikinya. Bunga pun menangis dalam asa nya yang kian merapuh. Ingin hati mencoba melepas segala resah dalam hatinya. Mencoba untuk berpikir dengan hati yang bersih dari rasa yang tidak baik.
Kali ini Bunga tidak akan berbicara kepada Kaori tetntang berbagai rahasianya. Dia tidak ingin orang yang disukainya dekat dengan Kaori, tentu sakit rasanya jika melihat orang yang kita sayangi dekat dengan orang lain malah lebih dekat dari diri kita sendiri.
Tuhan, apa Bunga salah melakukan hal yang seperti ini? Bunga merasa Kaori sangat jahat kepada dirinya. Andai saja Kaori bukan sahabat dekatnya, mungkin rasanya tidak akan sesakit ini. Bunga mencoba untuk terus menguatkan hatinya, berusaha agar tidak membenci Kaori. Bagi Bunga, tidak ada mantan teman.
***
Hari ini lumayan menyenangkan. Ketemu Yoga dan Ines, murid Bunga yang super aktif dan pintar. Ada kejadian yang tidak bagus hari ini bagi Bunga. Kali ini tetang Shun dengan wajah polosnya dia bertanya pada Bunga perihal Kaori, Bunga terkejut dengan pertanyaan Shun. Bunga tidak tahu harus menjawab atau di biarkan saja? Seandainya saat itu ada seorang temannya yang jga teman Kaori lebih baik dia yang menjawab daripada Bunga yang menjawab pertanyaan-pertanyaan Shun. Inilah Bunga yang dengan tololnya dia menjawab semua pertanyaan Shun tentang Kaori, pada saat itulah Bunga menganggap Kaori mengambil semua cintanya dalam hidupnya. Padahal Bunga sudah mulai dengan Shun, saat itu Bunga mengetahui memang harus ada sesuatu yang tidak harus diketahui oleh Kaori dan kini Bunga harus hati-hati dengan Kaori. Lebih baik Bunga bercerita pada Rossa yang tidak ingin mencampuri terlalu jauh kehidupan Bunga. Rossa sahabat yang sangat bijaksana untuknya.
Request rin,klo kisah ini bukan nyata,buat sad ending y!!!
BalasHapusi wish i could,,but i don't know about the ending.. kenapa harus sad ending?
BalasHapus