Langsung ke konten utama

'Cause it fills me up and holds me close whenever I'm without you

Once you love someone, their name is permanently tattooed on your heart. No matter how bad you try to erase it, it'll always remain there.
Ah..lagi-lagi tentang Yuri,,sampai kapan Bunga akan bertahan dalam keegoan hatinya? Apa yang dia cari dan inginkan dari dalam diri Yuri? Apa Bunga masih mengharapkan orang yang sudah melukai hatinya _secara nggak langsung_. Masih berharap Bunga bisa bersikap biasa ketika Yuri akan pulang dari studi nya di Jepang. Tapi, Bunga hanya ingin SATU hal.


Yuri bisa bersikap seperti dulu. Tapi, rasa nya hal itu impossible. Let past to learn. The present to face. The future to hope. Sekarang Bunga harus menerima kenyataannya walaupun itu PAHIT. The lies were sweet, but the truth so bitter, even though tongue can't taste it.

Ya, mungkin sudah saatnya Bunga harus membuka hatinya kembali. But, HOW? How can it be? agggghhh!! Semuanya serba gak jelas buat Bunga. Bunga hanya mendapat berita-berita jelek dari teman-teman Bunga. Bunga ingin mendengar dan melihat Yuri dengan sifat jeleknya. Mulut Bunga boleh berkata "Iya, Yuri itu tidak baik" tapi bagaimana hatinya?  kembali yang dipertanyakaan adalah HATI.

Bunga bukannya tidak percaya dengan teman-temannya. Tapi, Bunga ingin sebuah bukti. Rossa bilang, "Kenangan indah itu baik buat kesehatan". Bunga berfikir seperti itu juga. The sweet memories is something that i wont be forget 'cause it fills me up and holds me close whenever i'm without you, Yuri.

Bunga yang kian melayu
Kelopaknya yang cantik tidak lagi memancarkan kesegarannya
Dia mungkin membutuhkan pupuk.
Bukan mungkin.
Tetapi pasti dia membutuhkan itu.
Pupuk yang bernama cinta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memang TERLALU BAIK itu TIDAK BAIK

Hari minggu adalah hari yang pas -menurut saya- untuk bangun lebih siang dari biasanya sampai membuat ibu saya berteriak, Aduhhhh...bagus banget perawan bangun sianggg!! dan saya hanya memutar badan saya sambil menutup telinga dengan guling saya. Ah, apa saya sering bilang dalam hati ibu saya adalah orang yang cerewet, jadi aja ibu saya makin cerewet. Semua yang saya kerjakan diprotes mulu. Mau protes balik terang-terangan bagaimana...beliau kan ibu saya, bisa-bisa dikutuak jadi batu saya layaknya malin kundang.