Langsung ke konten utama

Ternyata RASA itu masih ada.




Ternyata, rasa itu masih ada. Rasa yang dapat membuat Bunga sadar, bahwa dia masih memikirkan Yuri. Kenapa? lagi-lagi Yuri yang ada dalam bunga tidurnya? Bunga yang tersadar dari tidurnya, bukannya membaca doa, malah mengusap wajahnya, kemudian dia memposisikan tubuhnya dengan posisi duduk. Kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya, dan lagi-lagi dia melakukan hal yang nggak wajar, yaitu dengan memegang hidungnya dengan jari telunjuknya, sehingga membentuk seperti hidung babi.
 Rasanya dia mulai terinspirasi dari film korea "You're Beautiful". Perasaannya tidak menentu saat itu jadi dia bisa berfikir spontan atau bisa dibilang "BODOH".

Ceritanya begini, dia melihat Yuri telah pulang ke Indonesia. Semua seperti kenyataan. Yuri yang memakai kacamatanya, senyumnya yang khas, serta ketawanya yang bisa bikin Bunga tersenyum. Di dalam mimpi Bunga, Yuri meminta maaf kepada Bunga dengan memegang tangannya. Bunga terdiam seribu bahasa, kemudian tersenyum. Pada saat itu, Bunga terbangun dari mimpinya. Apa maksud dari semua itu? Apa Bunga masih menyimpan rasa itu?  atau memang hanya sekedar mimpi belaka?

Kaori bilang,Kl Yuri masih ada dipikiran Bunga. Mungkin,,bukan hanya mungkin, tapi pasti. Bagaimana tidak? bukankah dia mencintai Yuri sudah sekian lamanya? Rasa itu tidak bisa dengan cepat hilang. bahkan, jika dipaksa untuk menghapusnya, rasa itu malah kian membesar. Love....why you look so complicated to me? -__-'    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memang TERLALU BAIK itu TIDAK BAIK

Hari minggu adalah hari yang pas -menurut saya- untuk bangun lebih siang dari biasanya sampai membuat ibu saya berteriak, Aduhhhh...bagus banget perawan bangun sianggg!! dan saya hanya memutar badan saya sambil menutup telinga dengan guling saya. Ah, apa saya sering bilang dalam hati ibu saya adalah orang yang cerewet, jadi aja ibu saya makin cerewet. Semua yang saya kerjakan diprotes mulu. Mau protes balik terang-terangan bagaimana...beliau kan ibu saya, bisa-bisa dikutuak jadi batu saya layaknya malin kundang.